Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

Vaksin COVID-19 di Papua
Vaksin COVID-19 tiba di Bandara Internasional Theys H Eluay di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. - Jubi/IST

1.024 Nakes di Jayawijaya masuk daftar penerima vaksin Covid-19

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, dr. Willy E. Mambieuw menyebutkan sebanyak 1.024 tenaga kesehatan telah diajukan untuk menjadi penerima vaksinasi Covid-19 di seluruh Jayawijaya.

“Datanya kita sudah kirim ke provinsi sebanyak 1.024 orang ditambah 10 orang pejabat atau pelayan publik. Memang saat ini fokusnya untuk tenaga kesehatan, sedangkan untuk masyarakat umum belum dilakukan pendataan,” katanya saat dihubungi, Rabu (13/1/2021).

Meski secara nasional vaksinasi telah dimulai pada Rabu (13/1/2021), namun khusus di Jayawijaya masih menunggu pendistribusian dari pemerintah provinsi.

Kata Willy Mambieuw, 1.024 orang tersebut merupakan seluruh tenaga kesehatan di seluruh Jayawijaya. Namun tidak semua nakes akan mendapat vaksin. Mereka yang dinyatakan sehat saja yang mendapat vaksinasi.

“Tidak semua divaksin karena yang sehat saja. Jadi ada berapa persen dari nilai itu yang tidak dilakukan vaksin, nanti kita lihat lagi,” katanya.

Ia menambahkan, setelah adanya uji coba dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI efektivitas vaksin Sinovac ini mencapai di atas 60 persen.

Sebelumnya Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua mengatakan, pemerintah daerah hingga kini masih menunggu kepastian dari pemerintah provinsi Papua untuk vaksinasi di Jayawijaya.

Loading...
;

Infonya sebanyak sekitar 14 ribu dosis vaksin sudah tiba di Jayapura. Namun belum distribusi ke Jayawijaya. “Soal berapa banyak, kami sendiri belum bisa tahu karena datanya dari provinsi, jadi masih menunggu,” katanya di kantor dinas otonom, Senin (11/1/2021).

Namun yang pasti kata Banua, para tenaga medis baik di Dinas Kesehatan, Puskesmas maupun rumah sakit tetap menjadi prioritas untuk dilakukan vaksinasi sesuai instruksi pusat.

“Kami sendiri tidak bisa melakukan list siapa-siapa yang akan terima vaksin nantinya, karena sudah langsung datanya keluar dengan NIK dari pusat seperti tenaga medis mendapatkan konfirmasi dan prioritas. Jadi bukan kita di daerah tunjuk orang,” katanya.

Selain tenaga medis, katanya, para ASN maupun TNI-Polri juga akan mendapatkan vaksinasi. Setelah itu baru masyarakat yang lanjut usia.

“Jika sudah punya data kami harus tetap lakukan untuk vaksin, kalau memang sudah jatah ASN bahkan saya sebagai bupati dan wakil bupati, kami harus tunjukan ke masyarakat bahwa vaksin itu tidak menimbulkan masalah,” katanya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Scroll to Top