Follow our news chanel

Previous
Next

1.300 pedagang akan jualan di Pasar Regional Youtefa Baru

Bangunan Pasar Regional Youtefa Baru yang siap ditempati oleh pedagang - Jubi/Ramah
1.300 pedagang akan jualan di Pasar Regional Youtefa Baru 1 i Papua
Bangunan Pasar Regional Youtefa Baru yang siap ditempati oleh pedagang – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sebanyak 1.300 pedagang dari blok mama-mana Papua, blok ikan daging, blok pasar pagi untuk pedagang dari Koya dan Arso, blok pakaian, elektronik, dan lain-lain akan berjualan di Pasar Regional Youtefa Baru.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kota Jayapura, Robert L.N. Awi, mengatakan meski belum 100 rampung pengerjaannya pasar tersebut telah siap dioperasikan.

“Instalansi pengolahan air limbah sudah, saluran-saluran sudah terkoneksi semua, tempat landasan untuk tempat sampah kami siapkan tiga unit. Setiap blok pedagang juga siap ditempati untuk jualan,” ujar Awi di Pasar Regional Youtefa Baru, Senin (13/1/20).

Dikatakan Awi, sejumlah 1.300 pedagang tersebut adalah pedagang dari Pasar Induk Regional Youtefa lama. Pedagang ini dipindahlan karena saat hujan sering kebanjiran bahkan berjualan di bawah terik sinar matahari.

Awi menjelaskan dari jumlah pedagang tersebut, sebanyak 380 pedagang mama-mama Papua yang akan menempati blok A, blok untuk pedagang ikan dan daging, blok C untuk pedagang dari Koya dan Arso sebanyak 200 pedagang, dan blok D untuk pedagang campuran sebanyak 200 pedagang.

“Jadi, pedagang yang masih jualan di Pasar Youtefa lama hanya ada pedagang kios. Kami rencanakan pada akhir Januari 2020 sudah bisa dipakai untuk jualan. Pasar ditutup tiap hari jam 19.00 atau jam 7 malam,” ujar Awi.

Loading...
;

Menurut Awi, Pasar Regional Youtefa Baru yang terletak di jalan baru otonom atau samping BPOM Jayapura yang luasnya mencapai lima hektar sangat representatif karena bersih, aman dari banjir.

Pasar Youtefa Baru ini telah menyerap dana APBN dari Kementerian Perdagangan sebesar Rp18 miliar sejak tahun anggaran 2016. Bangunan pasar seluas tiga hektar dan parkir dua hektar.

“Kami juga mengajukan penambahan ABT 2020 untuk pembangunan pasar pagi dan bangunan los. Tahun ini kami dapat bantuan dari Pemkot Jayapura untuk fasilitas pemagaran, pos keamanan, dan retribusi,” jelas Awi.

Salah seorang pedagang umbi-umbian, Fransiskus Bildana, mengeluhkan tempat berjualan atau los yang diberikan sempit karena tidak cukup untuk muat barang dagangannya.

“Saya jualan bete, keladi, ubi, dan singkong. Nanti saya jualan lagi diluar karena tempat jualan ini sempit hanya berukuran 1,8 X 2,2 meter,” jelas Bildana. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top