Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

11 anggota tim Balai Besar Teluk Cenderawasih tiba selamat di Manokwari

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Manokwari, Jubi – Rombongan tim monitoring Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC) yang terjebak di Pulau Wairundi Teluk Wondama, Papua Barat, berhasil dievakuasi dan tiba dengan selamat di Manokwari, Sabtu (27/10/2018).

Kepala Kantor Pencairan dan Pertolongan (Basarnas) Manokwari, George Leo Mercy Randang, mengatakan operasi penyelamatan yang melibatkan 22 personil dilaksanakan pada Sabtu dini hari menggunakan KN Kumbakarna.

11 anggota tim Balai Besar Teluk Cenderawasih tiba selamat di Manokwari 1 i Papua

"Ini operasi kedua, setelah operasi pertama gagal karena terkendala cuaca buruk. Kami tiba di Pulau Wairundi sekitar pukul 02.00 waktu setempat," kata George.

Ia menyebutkan dari 11 anggota rombongan tim pengawasan BBTNTC satu di antaranya adalah anak bawah lima tahun. Ia pun selamat dan pulang dalam keadaan sehat.

Mereka adalah Syahirudin selalu ketua tim, Topo Budidanarko, Donatus Aujani, Titus Charles, Mesak Andarek, Anto, Geradus, Yakonias, Bastian Sikun, Oto Eseren, dan satu balita atas nama Ayub.

"Puji Tuhan semua selamat termasuk anak kita yang masih balita, Ayub namanya. Anak ini bisa bertahan dengan hanya makan kelapa," kata dia lagi.

Loading...
;

Dalam operasi tersebut, lanjut Mercy, kapal berlabuh di tengah laut. Sekoci dan personil diterjunkan untuk menjemput satu persatu para korban.

Rombongan tiba di Manokwari sekitar pukul 08.05 WIT melalui Dermaga pelabuhan Angrem, Manokwari. Saat ini mereka sudah di rumah masing-masing.

Ketua Tim Monitoring BBTNTC, Syahirudin, mengatakan rombongan berada di pulau yang tak berpenghuni tersebut sejak 22 Oktober 2018. Di pulau tersebut tim melakukan monitoring penyu hijau.

"Salah salah satu tugas kami dalam pengawasan di Taman Nasional Teluk Cenderawasih. Kami siapkan stok makanan bertahan sampai hari kelima, tapi pada hari keempat sudah habis, sementara kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk kita tinggalkan pulau," ujarnya.

Ia mengatakan tinggi gelombang air laut sejak beberapa hari terakhir di sekitar pulau tersebut berada pada kisaran 3 hingga 4 meter. Rombongan bertahan tanpa makanan selama satu hari dua malam.

"Kelapa yang kita makan untuk bertahan hidup pun adalah kelapa yang hanyut dari pulau lain. Di pulau ini tidak ada pohon kelapa," ujarnya. (*)

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top