Tentara PNG Turunkan Bendera Merah Putih

Salah satu tentara Papua New Guinea (PNG) saat bertugas di wilayah Vanimo. (Jubi/Levi)
Salah satu tentara Papua New Guinea (PNG) saat bertugas di wilayah Vanimo. (Jubi/Levi)

Jayapura, Jubi/Antara – Tentara Papua Nugini (PNG) pada 7 Agustus 2015 menurunkan Bendera Merah Putih yang dikibarkan di kampung Jaknyu, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua.

Seorang saksi mengatakan ada 15 orang yang diduganya sebagai tentara PNG menurunkan tiga buah bendera Merah Putih saat sedang melakukan patroli di Kampung Yakyu, Distrik Sota.
“Mereka kasih turun bendera di depan gereja, satu di depan rumah Ketua RT, dan di wilayah perbatasan RI-PNG. Pemimpin tentara yang memerintahkan agar bendera diturunkan karena menurutnya Kampung Yakyu berada pada daerah netral internasional sehingga bendera bendera Indonesia dan bendera PNG harus dipasang dua-duanya,” kata saksi yang tak ingin disebutkan namanya ini.

Ia menambahkan, para tentara ini langsung menurunkan bendera Indonesia karena warga di sekitar lokasi bendera itu dikibarkan tak mau menurunkan bendera tersebut.

Dilaporkan oleh Kantor Berita Antara, Kasdam XVII Cenderwasih Brigjen TNI Tantang Sulaiman di Jayapura, Kamis (13/8/2015), menjelaskan, dari laporan yang diterima terungkap Bendera Merah Putih diturunkan karena tentara PNG beranggapan itu wilayah netral sehingga bendera yang dikibarkan harus bendera dari dua negara.

Sebelum menurunkan Bendera Merah Putih yang dikibarkan di beberapa lokasi di kampung yang masuk dalam Distrik Sota, Kabupaten Merauke, mereka masuk ke wilayah RI tanpa izin.

Menurut dia, hingga kini belum diketahui motif dari tentara PNG yang menurunkan Bendera Merah Putih.
“Wilayah itu merupakan wilayah RI sehingga tindakan yang dilakukan tentara PNG sangat tidak beralasan,” kata Kasdam Cenderawasih yang juga didampingi Kapendam XVII Cenderawasih Letkol Inf Teguh Pudji Rahardjo.

Sedangkan Dandrem 174 Merauke, Brigjen TNI Supartodi, mengakui, tentara Papua Nugini, awal Agustus lalu masuk ke wilayah RI tanpa ijin.
“Tanggal 7 Agustus lalu tentara PNG sebanyak satu regu mendatangi kampung Jaknyu, Kampung Rawa Bening, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, tanpa pemberitahuan kepada pemerintah maupun aparat keamanan,” kata Dandrem Merauke kepada seperti dikutip Kantor Berita Antara.

Loading...
;

Dari laporan yang diterima kedatangan tentara PNG itu membawa aneka bantuan bahan makanan kepada 11 kepala keluarga (kk) yang bermukim dikawasan itu.

Brigjen TNI Supartodi mengakui, bahan makanan yang dibawa dari PNG itu kemudian diserahkan ke warga yang mendiami kampung Jaknyu. Padahal jarak kampung Jaknyu sendiri 1.200 meter dari garis batas RI-PNG.
“Sebelum insiden tersebut terjadi, kami sudah pernah mengkoordinasi masalah tersebut dengan Bupati Merauke dan berencana memindahkan mereka kekampung terdekat namun ke 11 kk menolak,” jelas Brigjen TNI Supartodi.

Menurutnya, keengganan warga kampung Jaknyu itu ternyata disebabkan selama ini selain memerima bantuan dari Pemda Merauke, (RI) dan PNG.
Karena faktor itulah mereka enggan untuk dipindahkan, kata Brigjen TNI Supartodi seraya menambahkan, bulan Juli lalu ke 11 kk dengan 68 jiwa sudah didata dan diberi surat keterangan penduduk.

Untuk mencapai kampung itu dibutuhkan waktu enam jam lewat darat atau tiga jam dengan menggunakan perahu motor dari Rawa Biru, Distrik Sota, Kabupaten Merauke. (Victor Mambor)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top