HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

17 terdakwa kasus rasisme dikeluarkan dari tahanan Polda Papua

Empat dari 17 terdakwa yang dikeluarkan dari Polda Papua, Selasa, 28 Januari 2019. Jubi/Ist

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ketua Tim Advokat Orang Asli Papua (OAP) Sugeng Teguh Santoso mengatakan, hari ini 17 terdakwa kasus aksi anti rasisme yang berujung amuk massa yang terjadi di Jayapura pada 29 Agustus 2019 akhirnya dikeluarkan dari sel  Polda Papua, karena melewati masa penahanan. Seharusnya 17 orang tersebut bebas pada tanggal 26 Januari 2020.

Lanjut Sugeng bahwa dirinya sudah disampaikan ke Kepala seksi pidana umum terkait pembebasan para terdakwa ini. “Akhirnya pak kasi pidum datang membantu mengeluarkan para terdakwa ini,” ujarnya.

Ketujuh belas terdakwa yang dibebaskan itu, yakni Elo Hubi, Ary Asso, Ruvinus Tambanop, Ronald Wandik, Yusuf Marthen Moai, Jony Weya, Persiapan Kogoya, Mikha Asso, Dorty Kawena, Yali Loho, Pandra Wenda, Ferius Entama, Agustinus Lisak Mohi, Oktovianus Hisage, Piter Meraudje, Vinsend Kalvin Digopia, Yam Piter Sumuraja.

Dia mengatakan, meski sudah diperbolehkan keluar dari bui, kliennya itu kini berstatus sebagai tahanan kota dan masih akan menjalani persidangan.

Selain itu, ada satu lagi terdakwa bernama Dolvinus Hisage yang baru akan dikeluarkan besok Rabu,29 Januari 2020 , karena masa penahanannya baru akan berakhir hari ini, Selasa, 28 Januari 2020.

Masih ada lima terdakwa lainnya yang akan diperpanjang masa tahanannya. Kelimanya dikenai undang -undang darurat dengan ancaman hukuman 12 tahun. “Karena tuntutannya lebih dari sembilan tahun maka masa penahanan itu bisa diperpanjang.”

Loading...
;

Kelima terdakwa tersebut, yakni Yoda Tabuni, Yosam , Jan Pieter Surumaja, Lanti Nipsan, Wilem Walilo.

Sementara itu, Tim Advokat untuk Orang Asli Papua lainnya, Rita Serena Kolibonso, dan Frederika Korain, mempertegas sikap agar Kejaksaan Tinggi Jayapura segera melepaskan para terdakwa dari tahanan dan tidak mempersulit proses administrasi.

Di samping itu, Penasehat Hukum juga meminta kepada Pengadilan Negeri Jayapura agar mengawasi pembebasan bagi Terpidana Lois Bosway (dalam kasus unjuk rasa anti rasisme) yang telah diputus pidana selama 5 bulan dan habis masa hukumannya pada 27 Januari 2020. (*)

Editor: Syam Terrajana

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa