Follow our news chanel

18 anak didik PLI ikuti pelajaran daring 2 kampus AS

Sebanyak 18 anak didik Papua Language Institute atau PLI mengikuti pemberkatan dari Pendeta Jhon Baransano, Senin,(19/5/2020). - Jubi/Hengky Yeimo
18 anak didik PLI ikuti pelajaran daring 2 kampus AS 1 i Papua
Sebanyak 18 anak didik Papua Language Institute atau PLI mengikuti pemberkatan dari Pendeta Jhon Baransano, Senin,(19/5/2020). – Jubi/Hengky Yeimo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sejumlah 18 anak didik lembaga pendidikan Papua Language Institute atau PLI mengikuti kuliah daring yang diselenggarakan dua universitas di Amerika Serikat, Selasa (19/5/2020). Para anak didik itu mengaku sangat senang dengan kesempatan itu.

Pada Selasa, 18 anak didik Papua Language Institute mengikuti kuliah kelas daring University of Rhode Island dan Johnson & Wales University di Amerika Serikat. Salah satu peserta kelas daring itu, Nova Viviana Wendikbo mengaku sangat senang dengan kesempatan itu.

“Apalagi kami belajar online bersama profesor. Itu rasa gugup, tapi kagum juga sebab bisa belajar langsung dari dosen kami yang profesor. Awalnya, saya kaku, tapi lama kelamaan bisa menyesuaikan,” kata Wendikbo saat dihubungi Jubi pada Rabu (20/5/2020).

Menurutnya, kendala dalam mengikuti pelajaran online adalah koneksi internet yang buruk, dan peralatan komputer untuk mengikuti kelas daring itu. Ada beberapa komputer yang mengalami gangguan kamera, sehingga tidak bisa mengikuti kelas daring.

“Akhirnya kami menggunakan satu komputer [untuk] dua orang, ada [juga] yang menggunakan [satu unit komputer] sendiri, dan bisa belajar dengan lancar,” katanya penuh girang.

Ia mengatakan waktu kuliah daring diselanggarakan sekitar pukul 08.00 – 10.00 WP “Jadi kurang 10 menit [dari] jam 08.00 kami sudah harus ada di kampus untuk mengikuti mata pelajaran,” kata Wendikbo.

Loading...
;

Menurutnya, kuliah daring pertama itu merupakan kelas pengantar, dilanjutkan dengan kelas menulis, dan mendaftarkan diri di University of Rhode Island dan Johnson & Wales University. Aplikasi Zoom itu menjadi wadah belajar para anak didik PLI dan para dosen di berbagai perguruan tinggi di luar negeri.

“Setelah masuk, kami [akan] bisa mengakses buku-buku bacaan, [dan] buku-buku untuk mata pelajaran. Jadi, semacam perpustakaan online di dua kampus tersebut,” katanya.

Direktur Umum PLI, Samuel Tabuni mengucapkan syukur dan berterima kasih kepada Gubernur Papua Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Papua Lukas Enembe yang telah menunjuk PLI sebagai lembaga pendidikan yang menyiapkan para anak didik untuk bisa berkuliah di perguruan tinggi luar negeri.

“Hari ini siswa-siswi PLI mengikuti kuliah online bersama dosen di luar negeri. Meski mereka tidak ke luar negeri, mereka dapat mengikuti kuliah perdana,” kata Tabuni kepada Jubi.

Tabuni mengatakan kelas daring itu merupakan kelas daring bersama dengan para pengajar University of Rhode Island dan Johnson & Wales University. “Meski kami akui banyak kekurangan, tapi kami yakin program ini akan jalan. Tuhan pasti menuntun kita karena ini program yang baik untuk menolong sumber daya manusia di Papua,” katanya.

Menurut Tabuni, PLI tidak akan berdiri sendiri tanpa bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. “Kami tidak bisa jalan sendiri. Kami butuh sinergitas semua kalangan, baik dari pemerintah, agama, pihak keamanan, akademisi, dan juga pemerintah pusat. [Kuliah daring] hari ini [menjadi] bukti kami dapat lakukan, walaupun berada di pinggir jalan, tapi kami dapat wujudkan,” katanya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top