Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

183 mahasiswa Uncen kuliah di situs Tutari

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Sebanyak 183 mahasiswa jurusan Antropologi Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Cenderawasih (Uncen) mempelajari artefak dan situs purbakala pada situs Tutari, Doyo Lama, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura.

Ratusan mahasiswa itu dapat melihat langsung artefak arkeologi berupa batu-batu bergambar dan arca batu di situs megalitik Tutari. 

Para mahasiswa, yang datang dari kampus Uncen, Kamis pagi, 18 Oktober 2018, langsung mengamati objek lukisan prasejarah,dan mendeskripsikan lukisan serta lingkungan sekitar situs.

Juru pelihara situs megalitik Tutari, Alfred Marweri, mangatakan kunjungan para mahasiswa sebagai salah satu cara memperkenalkan situs megalitik Tutari kepada generasi muda Papua.

Selama ini orang-orang di Jayapura dan sekitarnya hanya mengenal bukit Tungkuwiri atau Teletubies di Doyo Lama. Namun, dengan kuliah lapangan seperti ini, situs Tutari lebih dikenal banyak orang, terutama generasi muda.

Mahasiswa Antropoli Uncen, Median Karoman, mengatatakan belum banyak mahasiswa yang mengenal situs-situs arkeologi di Papua.

Loading...
;

Dengan berkunjung ke situs Tutari bisa belajar tinggalan budaya masa lalu yang ada di Kabupaten Jayapura. Dengan demikian, dirinya akan menulis situs-situs arkeologi di kampung halamannya di Yahukimo selepas lulus dari Uncen.

Dia juga berharap agar media (massa) juga dapat mempelajari situs-situs purbakala di Papua, termasuk situs Tutari.

Pengajar mata kuliah pengantar arkeologi, Hari Suroto, mengapresiasi ketua program studi Antropologi yang telah mengizinkan mahasiswanya kuliah lapangan. 

Dikatakan, Pengantar Arkeologi diajarkan di Program Studi Antropologi Fisip Uncen sebanyak 3 SKS (Satuan Kredit Semester). Mata kuliah ini bertujuan mengenalkan tentang arkeologi ke mahasiswa Antropologi. 

"Menurut saya lebih bagus salah satu universitas di Papua atau Papua Barat memiliki program studi Arkeologi," kata Suroto. 

Menurut peneliti dari Balai Arkeologi Papua ini, kantor dinas kebudayaan di kabupaten, kota, dan provinsi belum ada arkeolog orang asli Papua (OAP).

Selain itu, di Papua dan Papua Barat belum ada universitas yang mempunyai jurusan Arkeologi. Antropologi baru ada di Uncen dan Univeritas Papua (Unipa) Manokwari.

"Padahal di setiap dinas kabupaten dan kota ada seksi cagar budaya, tetapi selama ini diisi oleh SDM yang berlatar pendidikan tidak sesuai (jurusan Arkeologi)," katanya. 

Pasalnya, setiap kabupaten dan kota punya potensi situs arkeologi dan cagar budaya yang tinggi

Bidang kerja arkeologi meliputi akademisi (dosen), peneliti, praktisi (pelestari cagar budaya), pamong budaya, konservator cagar budaya, pemerhati arkeologi, dan anggota tim ahli cagar budaya.

"Dosen arkeologi (OAP) belum ada, peneliti di arkeologi Papua (ada OAP tapi mereka lulusan antropologi Uncen), pamong budaya (OAP lulusan arkeologi belum ada), pelestari cagar budaya (OAP lulusan arkeologi tidak ada, belum ada OAP yang isi bidang ini), konservator (OAP ada di museum negeri Papua tetapi dia lulusan SMA saja)," ujarnya.

Ia menyebutkan jurusan Arkeologi bisa dibuka di salah satu universitas di Papua maupun Papua Barat, Uncen, Universitas Musamus Merauke, atau Unipa Manokwari.

"Untuk membuka jurusan Arkeologi, universitas di Papua bisa bekerja sama dengan universitas yang ada jurusan Arkeologi, seperti UI, UGM, Universitas Udayana maupun Universitas Hasanuddin. Kerja sama ini dalam hal penyediaan SDM (dosen pengajar)," katanya.

Ia menyebutkan kondisi di Papua jauh beda dengan Papua Nugini, yang sudah banyak arkeolog asli Papua Nugini, bahkan di Universitas Papua Nugini sudah ada program studi Arkeologi

"Universitas di Papua bisa studi banding ke Program Studi Arkeologi di Universitas Papua Nugini, Port Moresby," katanya. (*)

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top