Follow our news chanel

Previous
Next

19 tahun Jubi, ini pandangan dari peneliti dan Polda Papua

Diskusi Jubi Papua
Koordinator Jaringan Damai Papua, Adriana Elisabeth saat menyampaikan materinya dalam diskusi daring ulang tahun Jubi ke-19, Rabu (2/9/2020). - Tangkapan layar Youtube/Redaksi Jubi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Semarang, Jubi – Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI yang juga Koordinator Jaringan Damai Papua di Jakarta, Adriana Elizabeth, menyebut media Jubi selalu menyajikan informasi lebih cepat dalam memberitakan seputar Papua. Andriana menyatakan telah mengenal dan mengikuti pemberitaan Jubi sejak tahun 2004, saat ia melakukan riset di Manokwari.

“Jubi jadi bacaan yang perlu saya pantau, karena memberitakan yang [informasi] sebelum pihak lain mengetahui,” kata Adriana selaku pembicara dalam diskusi daring ulang tahun Jubi ke-19, Rabu (2/9/2020).

Ia menyebut Jaringan Damai Papua atau JDP melakukan sejumlah kerjasama dengan Jubi, termasuk menggelar diskusi yang membahas berbagai persoalan Papua. Adriana menyatakan Jubi telah menjadi pusat informasi yang perlu diikuti. “Apa saja yang diberitakan. Bahwa kemudian isinya tidak selalu berimbang misalnya, atau taks sesuai versi yang lain, justru itu pentingnya,” kata Adriana menambahkan.

Baca juga: Represi media di kawasan Melanesia, termasuk Papua jadi perhatian IFJ

Menurutnya, informasi telah menjadi komoditas yang dibutuhkan. Dalam perkembangan hari ini, banyak orang yang menyampaikan informasi atau pandangan tentang Papua, namun tidak memiliki cukup pemahaman tentang persoalan Papua. “Pemerhati Papua dadakan ini yang berbahaya,” kata Adriana.

Ia menyebut pemberitaan Jubi punya bobot, karena mengedepankan substansi. “Sejauh ini [saya] tak menemukan hoaks di Jubi. Jika beritanya tak sempurna, nanti diklarifikasi. Itu proses,” kata Adriana menjelaskan.

Adriana berharap Jubi punya peran penting dalam menyampaikan dinamika di Papua, dan menjembatani kesenjangan pemahaman publik Indonesia atas persoalan Papua. Adriana berharap Jubi dapat menambah porsi pemberitaan terkait pendidikan dan kesehatan di Papua. Ia menyatakan persoalan kesehatan dan pendidikan perlu diliput secara lebih mendalam, agar benar-benar menyentuh persoalan rakyat Papua.

Loading...
;

“Terkait kesehatan di Asmat misalnya, ternyata bukan tak ada kesehatan petugas. Tapi ada perubahan pola hidup dan masyarakat. [Hal] itu [perlu] diangkat lebih baik, [agar pemberitaan Jubi tak selalu [tentang] konflik. Kebutuhan dasar masyarakat harus direspon,” kata Adriana menyarankan.

Adriana juga berharap Jubi membuat peliputan mendalam tentang sumber daya alam (SDA) di Papua. Selama ini muncul pertanyaan, apakah SDA di Papua berkah atau musibah bagi masyarakat adat setempat. “Perlu diangkat, terutama terkait masyarakat adat yang hidup di kawasan SDA, agar pemahaman publik lebih jelas,” katanya.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua, Kombes Ahmad Mustofa Kamal Jubi menjadi salah satu media yang turut menyajikan informasi kegiatan polisi di Papua. “Termasuk kepolisian dan informasi di wilayah Papua. Terkadang ada informasi yang kami belum tahu, namun Jubi lebih dulu memberitakan,” kata Kamal.

Baca juga: Foto terkait West Papua disensor, Pasific Media Centre protes Facebook

Ia mencontohkan tentang kejadian di suatu daerah yang di situ belum ada kantor Polsek, namun Jubi  sudah memunculkan informasi lebih dulu. “Kami terkejut justru dikonfirmasi oleh wartawan lain karena mendapat informasi dari [berita] Jubi,” kata Kamal menambahkan.

Kamal juga menyampaikan kritiknya, bahwa pemberitaan Jubi tidak didahului konfirmasi. “Kami harap teman-teman pers di lapangan juga melakukan konfirmasi,” kata Kamal.

Menurutnya, kehadiran Jubi yang sudah memasuki usia 19 tahun telah menjadi bagian dari upaya membangun transparansi informasi bagi publik, dan publik yang harus tahu bagaimana peristiwa itu terjadi. “Sehingga dari waktu ke waktu masyarakat berpikir dewasa membangun Tanah Papua lebih baik,” katanya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top