TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

2 Polisi Militer Lanud Merauke injak kepala Steven, Danlanud minta maaf

Kekerasan Aparat di Papua
Komandan Lanud JA Dimara Merauke, Kolonel Pnb Herdy Arief Budiyanto bersalaman dengan Steven, warga sipil Merauke yang diringkus dan kepalanya diinjak oleh dua Polisi Militer TNI AU. – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Komandan Lanud JA Dimara Merauke, Kolonel Pnb Herdy Arief Budiyanto meminta maaf atas tindakan dua Polisi Militer Lanud JA Dimara yang meringkus kasar dan menginjak kepala Steven (18), seorang warga Kabupaten Merauke, Papua. Herdy memohon maaf kepada keluarga Steven maupun masyarakat Papua, karena anggotanya bertindak berlebihan dan main hakim sendiri.

Permohonan maaf Herdy itu disampaikan dalam keterangan pers yang disampaikan di Merauke pada Selasa (27/7/2021) malam. Keterangan pers itu digelar setelah video yang merekam tindakan Serda Dimas Harjanto dan Prada  Rian Febrianto meringkus dan menginjak kepada Steven viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di depan Warung Bubur Ngapak, Jalan Raya Mandala, Kelurahan Mandala, Merauke, Papua, Senin (26/7/2021).

Keterangan pers pada Selasa malam itu juga menghadirkan Steven selalu korban penganiayaan tersebut. Steven hadir dengan didampingi mama angkatnya.  Kepala Kepolisian Resor Merauke, AKBP Untung Sangaji serta Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Marotus Solokah juga menghadiri keterangan pers itu.

Baca juga: Anggota polisi di Sorong Selatan diduga aniaya warga

Dalam keterangan pers itu, Herdy menjelaskan kronologi Serda Dimas Harjanto dan Prada  Rian Febrianto meringkus dan menginjak kepala Steven. Menurut Hardy, saat itu Serda Dimas dan Prada Rian sedang melintas, dan melihat ada keributan di Warung Bubur Ngapak.

Serda Dimas dan Prada Rian lalu menghampiri warung itu. Mereka lalu meringkus Steven dengan kasar, memaksa Steven  tertelungkup di atas trotoar, lalu menginjak kepala Steven. “Betul aksi [itu] dilakukan kedua anggota saya Itu sangat disesalkan. Mereka melakukan tindakan berlebihan. Sekali lagi saya menyampaikan permohonan maaf,” kata Herdy.

Baca juga: Warga sipil tertembak di Mappi, diduga pelakunya oknum Babinsa Pos Ramil

Herdy menjelaskan Serda Dimas Harjanto dan Prada Rian Febrianto telah diamankan. Keduanya dikenai tindakan disiplin, dan akan diproses secara hukum. “Kami juga bertanggungjawab terhadap cedera yang dialami Steven, serta kerugian lain,” katanya.

Ia menyatakan peristiwa itu telah diselesaikan bersama keluarga Steven. Oleh karena itu, Herdy meminta masalah tersebut tidak diperpanjang.

Wakil Bupati Merauke, H Ridwan menyatakan Pemerintah Kabupaten Merauke juga memohon maaf atas tindakan kasar yang dilakukan Serda Dimas dan Prada Rian. “Itu adalah tindakan oknum, dan tak membawa nama institusi Lanud Merauke. Saya mengajak kita semua untuk tak memperpanjang persoalan itu, karena telah diselesaikan,” pintanya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us