Loading...

TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

20 tahun berkiprah, Jubi diminta hindari berita pencitraan

Papua
Logo ulang tahun Jubi ke-20. - Jubi/Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Para aktivis Papua memberikan ucapan selamat hari ulang tahun Jubi ke-20 pada Selasa (31/8/2021). Mereka juga menitipkan harapan agar Jubi terus menjadi media yang mengadvokasi persoalan masyarakat adat di Papua, dan menghindari berita pencitraan.

Advokat Gustaf R Kawer mengatakan Jubi telah menjadi bagian utuh dari upaya menyuarakan kebenaran dan kebebasan rakyat Papua. “Selamat Ulang Tahun Jubi yang Ke-20, tetap menjadi media yg menyuarakan kebenaran dari rakyat kecil dan kaum tertindas di Papua,” kata Koordinator Perkumpulan Advokat Hak Asasi Manusia (PAHAM) Papua itu.

Kawer berharap Jubi tidak menjadi media yang memuat berita pencitraan elit politik atau birokrat pemerintah. Kawer ingin Jubi memperbanyak berita tentang beragam isu yang berdampak kepada perubahan kesejahteraan rakyat Papua.

Baca juga: Jubi laksanakan peluncuran virtual “Nyanyian Nurani Tanah Papua”

“Hindari jadi media sarana pencitraan dari elit politik di tanah ini, termasuk pemerintah. Suarakan kerja mereka yang berdampak kepada perubahan kesejahteraan masyarakat kecil dan kaum tertindas,” ungkapnya.

Advokat muda Papua, Welis Doga yang juga penulis opini di Jubi menyatakan Jubi merupakan salah satu media yang berani tampil beda dalam menyuarakan kaum tak bersuara di atas tanah ini. Jubi menjadi media terdepan menyampaikan harapan rakyat Papua kepada pemerintah dan dunia.

“Sebagai masyarakat, [saya] berharap Tabloid JUBI terus maju membongkar realitas ketidakadilan di negeri ini. Orang Asli Papua bersama Tabloid Jubi,” kata Doga.

Doga berharap Jubi terus memperbaiki berbagai kekurangan yang disadari manajemen dan redaksi, sembil terus menyuarakan kaum tertindas. “Kami harap Jubi terus maju menyuarakan tangisan rakyat tertindas,” kata Doga.

Baca juga: AJI Jayapura kecam aksi teror terhadap jurnalis Jubi, Victor Mambor

Sebagai pembaca Jubi, Doga berharap cakupan pemberitaan Jubi menyentuh masalah yang terjadi di berbagai wilayah adat di Papua. Ia berharap Jubi bisa menempatkan wartawannya di semua wilayah adat, sehingga berbagai persoalan di wilayah adat itu terkabarkan.

Doga menilai pemberitaan Lapago di Jubi mengesankan bahwa situasi di Lapago baik-baik saja. “Saya sebagai masyarakat merasa Tabloid Jubi belum sentuh persoalan di Wilayah Adat Lapago. Kami belum lihat liputan berita dari Lapago, terutama seputar Kota Wamena. Semoga kedepan liputan Tabloid Jubi dari Wamena dan sekitarnya seimbang, tidak selalu meliput yang baik-baik saja. Pelayanan publik, yang buruk juga harus diangkat,” ungkapnya.

Aktivis perempuan Papua yang berdomisili di Kabupaten Asmat, Beatrix Anary mengatakan pada usia ke-20 tahun Jubi terus eksis memberitakan kebenaran dari Papua untuk pembaca di Papua, Indonesia, dan dunia. “Kami berharap Jubi tetap menjadi media terbaik yang  mengedepankan kebenaran, transparansi, dan keadilan melalui setiap beritanya di Indonesia, khusus di Tanah Papua,” ujarmya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us