Follow our news chanel

2020, bangun kembali perkantoran di Jayawijaya

Kantor Bupati Jayawijaya yang mulai dibongkar untuk dibangun kembali mulai awal 2020 nanti - Jubi/Islami
2020, bangun kembali perkantoran di Jayawijaya 1 i Papua
Kantor Bupati Jayawijaya yang mulai dibongkar untuk dibangun kembali mulai awal 2020 nanti – Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi

BANYAK masyarakat di Kabupaten Jayawijaya seakan tidak percaya dengan peristiwa 23 September 2019, dimana menjadi hari yang sangat menyedihkan, memprihatinkan, hingga membuat syok usai ada amuk massa yang diawali aksi para pelajar di Wamena.

Bermula dari dugaan perkataan bersifat rasisme yang dilakukan seorang oknum guru di salah satu sekolah di Wamena, membuat aksi para pelajar ini seakan tak terbendung.

Ketakutan yang luar biasa meliputi masyarakat. Ratusan ruko dan rumah penduduk menjadi sasaran amukan massa, dibakar, hingga habis rata tanah. Begitu pula perkantoran pemerintahan daerah.

Peristiwa 23 September itu jelas menjadi kejadian yang luar biasa jelang akhir 2019: puluhan jiwa harus melayang akibat kerusuhan tersebut dan meninggalkan duka mendalam.

Sebulan kemudian barulah pemulihan kota kembali dilakukan, meski psikologi masyarakatnya belum pulih. Puing-puing bangunan yang terbakar mulai dibersihkan dan dibangun kembali.

Tak ayal, banyak masyarakat yang memilih untuk keluar dari Wamena, baik warga nonpapua maupun orang asli Papua (OAP) sendiri memilih ke kampung mereka masing-masing.

Loading...
;

Kejadian ini menjadi pusat perhatian semua pihak termasuk pemerintah pusat. Diawali kunjungan Gubernur Papua bersama rombongan dari provinsi tiga hari setelah kejadian untuk melihat situasi.

Dan, pada 28 Oktober 2019 barulah Presiden Joko Widodo berkunjung ke Wamena. Pembangunan pasar Wouma yang turut terbakar menjadi perhatian utama Jokowi. Dalam waktu dua pekan, Presiden Jokowi memerintahkan rehabilitas pasar tersebut.

Pasar Wouma merupakan pasar tradisional yang menjual hasil pertanian masyarakat: sayuran, ubi-ubian, hingga buah-buahan. Serta, barang logistik dan sembako.

Bukan hanya sektor ekonomi yang terganggu, pendidikan di Wamena dan dua distrik lainnya yang terdampak rusuh juga terkena imbas. Baru pada 7 Oktober 2019 sekolah-sekolah resmi dibuka kembali untuk melakukan proses belajar mengajar meski belum 100 persen dihadiri murid sekolah. Namun, setidaknya itu tanda dimulainya proses belajar-mengajar, karena mereka akan menjalani ujian akhir semester di akhir November 2019.

Dinas pendidikan Jayawijaya pun akhirnya harus melaksanakan ujian akhir semester mendahului agenda nasional.

“Hal ini lebih didasari kesepakatan bersama pemerintah daerah dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/SMK se-Jayawijaya sehingga ujian dilaksanakan mulai 18 November 2019,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan, Bambang Budiandoyo, kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (18/11/2019).

Pertimbangan ujian lebih awal karena sulitnya mengumpulkan data siswa, baik yang masih ada maupun yang sudah keluar dari Wamena, baik tanpa keterangan, penitipan hingga keluar karena mutasi resmi.

Dari data akhir dinas pendidikan Jayawijaya hingga ujian akhir semester selesai, dari total 16.071 siswa mulai dari SD hingga SMA/SMK, yang mengikuti ujian hanya 9.417 siswa, sedangkan yang tidak ikut ujian sebanyak 6.654 siswa.

Ada beberapa kemungkinan sehingga sebanyak itu siswa yang tidak ikut ujian, pertama kemungkinan dalam posisi penitipan di luar Jayawijaya sehingga nantinya saat kembali akan menyampaikan nilai dari hasil ujian akhir semester saat bersekolah di penitipan.

Selain itu, kemungkinan juga ada siswa yang sudah pindah tetapi belum melapor ke dinas, lalu ada juga yang memang tidak ikut ujian dan akan mengikuti ulangan penilaian akhir semester susulan di Januari 2020.

Perkantoran mulai dibangun kembali

Di momentum HUT Kota Wamena pada 10 Desember 2019, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mulai melakukan pembongkaran kantor bupati untuk dibangun kembali dengan menggunakan anggaran 2020.

Pembangunan kantor bupati ini akan dibangun menjadi tiga lantai yang akan dilakukan selama dua tahun anggaran 2020-2021 yang diperkirakan menelan dana Rp200 miliar.

“Kita akan bangun dua tahap, awal pembangunan di 2020 dan 2021 yang semuanya bersumber dari APBD Jayawijaya dan juga bantuan dari Gubernur Papua,” kata Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua.

Ia menjelaskan pembangunan kembali kantor bupati akan melalui pelelangan.

“Akan dilelang karena kita tahu kondisi kantor ini tidak bisa kita kerja sepotong-sepotong harus benar-benar kontraktor yang punya kemampuan karena pembangunan ini strukturnya tiga lantai, sehingga kita berupaya pembangunan yang benar-benar baik,” katanya.

Meski banyak kendala pascarusuh 23 September 2019, namun pemerintah Jayawijaya gerak cepat dengan menetapkan APBD 2020 pada 2 Desember 2019 sebesar Rp 1.403.310.310.370 (1,4 triliun rupiah).

Kata Bupati Banua, fokus APBD 2020 tetap disesuaikan dengan visi misi bupati dan wakil bupati, serta sejumlah pembenahan infrastruktur dampak kerusuhan seperti pembangunan kantor bupati yang diambil dari APBD 2020 ditambah bantuan dari Gubernur Papua.

Pada 16 Desember 2019, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya akhirnya menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) bagi setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemerintah daerah setempat.

Hingga jelang akhir 2019, situasi Jayawijaya perlahan pulih kembali, baik dari segi perekonomian dimana saat perayaan natal kebutuhan pokok masyarakat tidak berkurang, pendidikan pun akan dilakukan ujian susulan pada Januari nanti serta pelayanan kesehatan pun berjalan seperti biasa. (*)

Editor: Yuliana Lantipo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top