Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

22 orang meninggal, 24 luka-luka dan ribuan orang mengungsi di Wamena

Pengungsi yang ada di Mapolres Jayawijaya, Senin (23/9/2019)-Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Kepolisian Resor Jayawijaya merilis sebanyak 22 orang meninggal dunia, 24 orang luka-luka pasca kerusuhan yang terjadi di Wamena, Senin (23/9/2019) sejak pagi hingga malam hari.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Tonny Ananda Swadaya mengatakan, dari data yang berhasil dihimpun hingga Selasa (24/9/2019) sekitar pukul 12.00 WP korban meninggal maupun luka-luka telah dievakuasi ke Jayapura dengan menggunakan pesawat Polri dan Hercules.

“22 orang yang meninggal, yang luka-luka ini terkena panah, lemparan batu, “kata Tonny Ananda kepada wartawan di Mapolsek Bandara, Selasa (24/9/2019).

Dari kejadian Senin, sejumlah fasilitas pemerintahan dibakar dan dirusak massa seperti kantor bupati beserta OPD di dalamnya seluruh hangus terbakar, gedung Dinas Otonom Henehule Huby sejumlah lantai dibakar dan dirusak. Selain itu kantor urusan Agama (KUA) Jayawijaya, PLN, kantor Kementerian Agama Jayawijaya dan sejumlah pertokoan hangus terbakar.

“Namun kita belum mendatakan semua, yang pasti ada sepeda motor, mobil, bangunan, hanya objek vital seperti Kantor Bupati, kantor PLN, kejaksaan di lempari, KUA dan ruko-ruko yang terbakar belum didata,” ujarnya.
Untuk pengungsi sendiri, menurutnya yang mengungsi di gereja GPDI El Shadai, GKI Betlehem, Polres, Kodim, Koaramil kota, DPRD.

“Jumlah pasti belum ada, Pemda telah mengambil langkah di setiap pengungsian ada dapur umum, “katanya.

Loading...
;

Pemulihan Jaringan Listrik

Kapolres juga tengah mengupayakan untuk pemulihan jaringan listrik di kota Wamena dan sekitarnya, hanya saja terkendala pasokan solar karena sejak Senin tidak ada pesawat yang masuk ke Wamena.

“Hari ini kita akan perbaiki, hanya hambatan masalah solar karena kemarin pesawat sempat tertahan. Hari ini kita upayakan makanya tadi malam Wakapolda perintahkan supaya penerbangan dibuka. Kita upayakan hari ini bisa nyala,” katanya.

Kantor Bupati Jayawijaya yang dibakar massa-Jubi/Islami

Kendala soal listrik ini, kata Tonny, karena adanya beberapa ruko yang terbakar sehingga aliran-aliran listrik harus dipadamkan sehingga tidak terjadi korsleting listrik.

Kendaraan operasional PLN dirusak. Namun personel keamanan dari TNI dan Brimob telah disiagakan di pembangkit listrik di Welesi, katanya.

Akar Persoalan

Kapolres menyebutkan jika pihaknya masih dalam penyelidikan siapa aktor intelektual kerusuhan di Wamena.
Hanya saja dari informasi awal mula kerusuhan akibat adanya seorang guru SMA diduga melakukan tindakan rasisme, menurut Kapolres hal itu telah diklarifikasi Jumat pekan lalu dimana telah ada pertemuan.

Ibu guru itu hanya mengatakan kepada seorang murid kamu terlambat dalam membaca, tetapi menurutny ada kelompok tertentu melatih anak sekolah ini untuk menciptakan hoaks bahwa guru itu menciptakan rasisme.

Menurut Kapolres, pada dasarnya situasi Wamena sudah kondusif, tetapi aparat keamanan tak ingin lengah. Pihaknya tetap memantau kantong-kantong kelompok yang terlibat, untuk memecah pengerahan massa jika terjadi sesuatu pengerahan massa.

“Pola mereka ini sama yang digunakan kemarin di Jayapura, ciptakan kondisi chaos sehingga kita antisipasi jangan sampai kejadian kedua terjadi dengan menggunakan tameng anak-anak sekolah, sedangkan anak sekolah itu kita waspadai ada yang sudah tua pakai seragam SMA, katanya.

Dia mengklaim, kelompok yang menunggangi aksi demo anarkis tersebut ada mahasiswa dari luar Papua, lalu ada sekelompok dari KNPB yang melakukan penghasutan dengan menyebarkan hoaks bahwa guru menyampaikan rasisme itu yang selalu digoreng.

“Mereka memang menunggu chaos terjadi, dan mereka berharap memang ada kerusuhan, “katanya.

Upaya Redam Aksi Anarkis

Kapolres juga mengaku jika kelompok-kelompok pelaku kerusuhan rata-rata dari pinggiran kota, hanya saja ada beberapa anak-anak sekolah ini dicuci otak mereka untuk berbuat rusuh. Pihaknya menyatakan bakal menyelidiki kelompok-kelompok ini. Siapa yang bermain di belakang anak-anak sekolah ini untuk sebagai tameng.

Dia menambahkan. di belakang ada massa, di belakangnya ada juga kelompok bersenjata dimana sempat terjadi kontak tembak Senin hingga Selasa pagi. “Namun kita sudah upayakan dan mengimbau ke sejumlah tokoh-tokoh untuk lakukan pertemuan sore ini dipimpin langsung Wakapolda,” katanya.

Meski begitu kepolisian tetap mengimbau agar masyarakat tetap tenang tidak melakukan aksi pembalasan. Percayakan kepada aparat keamanan agar permasalahan ini aparat keamanan yang hadapi.

Dandim 1702/Jayawijaya, Letkol Inf Candra Dianto mengklaim KNPB yang telah memploting mana saja yang akan dibakar tentunya akan melumpuhkan kota Wamena, salah satunya kantor bupati, PLN dan itu spontan dilakukan.

Baca Juga: KNPB bantah tudingan terlibat unjukrasa pelajar di Wamena

Kantor pemerintahan yang rusak salah satunya kantor bupati, kejaksaan, kantor Badan Pusat Statistik habis terbakar, dinas perhubungan, PLN Wamena habis terbakar, kantor KUA habis terbakar, Bank BRI di Wouma, perguruan tinggi, rumah, ruko dan bengkel yang terbakar, termasuk kendaraan roda empat maupun roda dua di sepanjang jalan, kata Dandim.

4.500 orang Mengungsi

Data Kodim 1702/Jayawijaya sendiri menyebutkan jika ada sekitar 4.500 orang yang telah mengungsi di sejumlah titik di Wamena.

“Pengungsi di Kodim, Polres kemudian kantor DPRD, Koramil, Gereja kurang lebih 4.500 orang saat ini dan tentu akan bertambah. Terkait masalah pengungsi juga ada kesulitan masalah logistik, tetapi kita upayakan tempat tinggal mereka kemudian sumber logistik yang ada di Kodim kita gunakan untuk pengungsi,” katanya.

“Jadi kita membuat dapur lapangan di Kodim. Saat ini mereka tidur di lapangan menggunakan tenda serba guna, itu yang kita gunakan biar mereka tidak kena hujan dan embun,” sambung Dandim yang ditemui Senin malam.
Sementara itu Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua mengatakan pasca kejadian pemerintah daerah bersama aparat keamanan terus berupaya agar situasi semakin kondusif.

“Terkait pengungsi, kita berupaya dengan keamanan untuk menjaga situasi yang terjadi ini supaya kondusif kembali lagi,” katanya.

Bupati mengaku aksi yang terjadi Senin pagi hari hingga sore bukan demonstrasi, karena kepolisian dan pemerintah bahkan tidak menerima pemberitahuan sebelumnya dilakukan demonstrasi.

“Ini sudah aksi anarkistis dan terjadi di mana-mana terjadi pembakaran, pelemparan. Untuk korban sendiri saya belum tahu pasti jumlahnya baik meninggal dan luka-luka pada insiden yang melibatkan anak-anak usia sekolah tersebut,” kata Bupati, Senin (23/9/2019).

Bupati juga mengimbau masyarakat tidak terpancing isu tidak benar agar situasi bisa aman kembali.”Saya harap masyarakat di distrik dan kampung jangan terpancing isu,” katanya. (*)

Editor: Syam Terrajana

 

 

 

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top