Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Dinkes Puncak Jaya temukan 20 pasien dicurigai filariasis

Ilustrasi, penderita filariasis atau kaki gajah – Jubi/sehatq.com
Dinkes Puncak Jaya temukan 20 pasien dicurigai filariasis 1 i Papua
Ilustrasi, penderita filariasis atau kaki gajah – Jubi/sehatq.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Dinas Kesehatan Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua, pada Desember 2019  menemukan 20 pasien yang dicurigai terkena penyakit filariasis/kaki gajah lantaran terdapat benjolan berbentuk biji gajah di kemaluan masing-masing penderita tersebut.

“Dinkes Puncak Jaya membawa 20 pasien yang dicurigai menderita kaki gajah itu ke RSUD Puncak Jaya guna menunggu operasi,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Aaron Rumainum, di Jayapura, Sabtu (7/3/2020).

Menurut dia, masalah 20 pasien itu bisa dioperasi di RSUD Puncak Jaya atau tidak, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak RSUD Jayapura, yakni dengan dr Donald Aronggear selaku dokter spesialis penyakit dalam, guna pergi ke Puncak Jaya untuk mekakukan pemeriksaan,” katanya.

Selain pemeriksaan, kata dia, apakah 20 pasien itu bisa dilakukan operasi atau tidak di Puncak Jaya, diharapkan puluhan pasien ini bisa ditolong.

“Kami berharap kepada Kepala Dinas Kesehatan Papua yang baru untuk bisa membantu kami membawa 20 pasien itu ke RSUD Jayapura, yang punya tenaga banyak, dan memiliki tempat untuk operasi,” ujarnya.

Lanjut dia, jika bisa maka harus ada pembagian biaya Dinkes Kabupaten Puncak Jaya dan Dinkes Papua guna membiayai operasi 20 pasien yang diduga menderita biji gajah ini.

Loading...
;

Selain di Puncak Jaya, menurut dia, ada lima pasien kaki gajah di Nabire yang belum bisa dioperasi. Ada juga ratusan pasien kaki gajah di Kabupaten Mamberamo Raya yang juga belum bisa dioperasi.

“Kami berharap Kepala Dinas Kesehatan Papua yang baru bisa lebih bijak dengan memberikan keringanan biaya melalui jaminan Katu Papua Sehat (KPS) untuk bisa dioperasi,” ujarnya.

Ia menambahkan jika pasien-pasien itu tidak bisa dioperasi, maka mereka tidak bisa mempunyai keturunan/tidak bisa punya anak. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top