Follow our news chanel

220 guru TK di Kota Jayapura ikuti workshop “Merdeka Belajar”

220 guru TK di Kota Jayapura ikuti workshop “Merdeka Belajar” 1 i Papua
Para guru dan kepala sekolah TK di Kota Jayapura yang ikuti workshop merdeka belajar yang digelar oleh IGTK bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, di Kota Jayapura, Papua. (ANTARA /HO-Humas Pemkot Jayapura)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sebanyak 220 guru dan kepala sekolah taman kanak-kanak (TK) di Kota Jayapura, Papua, mengikuti workshop ‘merdeka belajar’ yang digelar oleh Ikatan Guru TK Indonesia (IGTK) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura.

Kepala Bidang PAUD/Dikmas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Clif K di Kota Jayapura, Kamis mengatakan kegiatan itu telah berlangsung sejak Rabu hingga Jumat (11-13/03/2020). Diikuti oleh 220 peserta dari 67 TK di Kota Jayapura.

Tujuan dari workshop merdeka belajar ini, kata dia, di antaranya agar guru menjadi penggerak dan berperan dalam mengubah cara pandang anak-anak.

“Merdeka belajar artinya merdeka bermain, merdeka bergerak dan guru merdeka yakni merdeka menulis, merdeka lakukan eksplorasi, merdeka berkreasi dan inovasi,” katanya.

Selain diberikan materi di dalam kelas, kata dia, selama dua hari terakhir ratusan guru TK itu turun lapangan untuk praktikkan merdeka belajar yang sesungguhnya agar bisa dilihat murid merdeka seperti apa dan guru merdeka seperti apa.

“Jadi, guru siapkan apa saja sesuai tema pembelajaran dan anak dibiarkan bereksplorasi sesuai tema untuk berkreasi dengan jalan pikirannya sampai selesai. Bila belum selesai bisa dilanjutkan besok hari. Jadi, anak-anak diberikan kebebasan untuk berkolaborasi, berkreasi,” kata Clif.

Loading...
;

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Fachrudin Pasolo mengatakan, merdeka belajar itu sebenarnya lebih memberikan keleluasaan kepada para murid dan guru dalam belajar dan mengajar.

“Pematerinya dari Jakarta dan pihak terkait lainnya. Beda pembelajaran sistem lama dan merdeka belajar itu hanya kepada pemberian kemampuan murid untuk berkreasi dan berkolaborasi, guru hanya jadi pengarah, sementara potensi itu dari anak-anak,” katanya.

“Intinya lebih banyak kepada pendidikan karakter, akhlak bisa baik, bisa bersikap dan perilaku sopan santun dan budi pekerti, ini sebenarnya yang diharapkan dari merdeka belajar,” katanya lagi. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top