Follow our news chanel

Nama tak masuk daftar penerima BLT, puluhan warga datangi kantor lurah Karang Indah

Puluhan masyarakat yang mendatangi Kantor Lurah Karang Indah, Rabu (20/5/2020) pagi – Jubi/Frans L Kobun
Nama tak masuk daftar penerima BLT, puluhan warga datangi kantor lurah Karang Indah 1 i Papua
Puluhan masyarakat yang mendatangi Kantor Lurah Karang Indah, Rabu (20/5/2020) pagi – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Puluhan masyarakat di Kelurahan Karang Indah, Distrik Merauke ‘menyerbu’ kantor lurah setempat. Pasalnya, nama mereka tak masuk dalam daftar dari Kementerian Sosial RI sebagai penerima bantuan Sosial Tunai (BLT) senilai Rp600 ribu selama tiga bulan.

Pantauan Jubi, Rabu (20/5/2020), puluhan masyarakat berdiri di pintu masuk kantor kelurahan. Sejumlah di antaranya melakukan aksi protes lantaran nama mereka tak masuk sebagai daftar penerima BST.

Ketua RT 01/RW 1, Kelurahan Karang Indah, Manuel Jebo, mengaku dari 17 RT, hanya empat RT memiliki daftar nama warga yang mendapatan BLT. Itupun ada yang pindah alamat, bahkan telah meninggal dunia. Sedangkan 13 RT lain, nama-namanya tidak masuk sebagai penerima BLT dari Kementerian Sosial.

Akibatnya, lanjut Jebo, puluhan masyarakat  mendatangi  kantor kelurahan ingin mendapatkan penjelasan dari lurah agar menjadi lebih jelas, agar tak menimbulkan persoalan berkelanjutan.

“Kami juga merasa heran dengan data dari kementerian. Tidak tahu siapa yang melakukan pendataan, kok dari 17 RT di Kelurahan Karang Indah, hanya empat RT yang mendapatkan BLT. Namun nama yang tercantum sebagai penerima juga ada yang sudah pindah bahkan telah meninggal dunia,” katanya.

Seorang warga Kelurahan Karang indah, Fabiana Sirmi, mengaku sudah bertahun-tahun tinggal di kelurahan itu dan sering mendapatkan bantuan, termasuk jatah beras.

Loading...
;

“Kok kenapa nama saya tidak masuk dalam data sebagai penerima BLT.  Saya juga ikut datang di kelurahan mempertanyakan agar menjadi jelas,” katanya.

Lurah Karang Indah, Stefanus Maro, mengatakan pihaknya tak bisa memberikan keterangan, karena harus melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Merauke terlebih dahulu.

“Saya harus ke Dinsos terlebih dahulu untuk mendapatkan informasi, baru bisa memberikan penjelasan,” katanya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top