HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

BKKBN Papua imbau warga tunda kehamilan

Kepala BKKBN Papua, Charles Brabar (kiri), saat berbincang dengan kolega - Jubi/Ramah
Kepala BKKBN Papua, Charles Brabar (kiri), saat berbincang dengan kolega – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pandemi virus korona yang telah berlangsung beberapa bulan terakhir ini sudah menimbulkan berbagai dampak, termaksud dalan sektor kesehatan. Tidak hanya masalah fisik, aktivitas seksual pun ikut terkena dampak. Salah satunya adalah dengan menunda kehamilan.

“Hal ini sudah dikaji oleh tenaga ahli kandungan bahwa dalam kondosi pandemi Covid-19 ini, perlu kehati-hatian bagi ibu-ibu yang sedang mau memasuki masa-masa hamil,” ujar Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Papua, Charles Brabar, di Kantor Wali Kota Jayapura, Rabu (21/5/2020).

Pasalnya, perempuan hamil mengalami sistem imun yang rentan, sehingga bisa menambah potensi penularan korona bagi diri sendiri dan orang lain, serta untuk mengatasi ketidakpastian ekonomi yang berpengaruh terhadap perencanaan keluarga.

“Kalau imunitas tubuhnya bagus, tidak jadi masalah, tetapi kalau asupan gizi di tubuhnya kurang bagus terus tiba-tiba saja hamil dan ini pasti sangat rentan terhadap masalah kesehatan pribadinya,” ujar Brabar.

Pandemi korona menuntut masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah. Saat ini berdiam diri di rumah menjadi keharusan untuk menghindari penularan virus tersebut. Hal ini pula memicu tingginya aktivitas seksual bagi pasangan suami istri yang berujung pada kehamilan.

“Jadi, kami sosialisasi terus, bagaimana menunda dulu kehamilan karena kami memikirkan kesehatan ibu-ibu dalam masa kondisi saat ini. Kita tidak tahu kapan virus ini berakhir, namun kita tetap harus jaga kesehatan dan imunitas tubuh supaya terhindar dari penyakit,” ujar Brabar.

Loading...
;

Terkait tingkat kehamilan di Papua khususnya dalam masa korona, dikatakan Brabar, masih normal meski warga diimbau di rumah saja, karena perencanaan keluarga khususnya yang berada di kota sudah mengetahui manfaat perencanaan dalam keluarga.

“Pada prinsipnya kami tidak membatasi tapi kami minta untuk tetap menjaga kesehatan. Jadi, kita tidak terlalu membeludak seperti kota-kota besar yang lain, kalau di Papua stabil saja (tingkat kehamilan),” ujar Brabar.

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan menunda kehamilan selain berdampak pada masalah kesehatan juga berdampak pada meningkatkan angka kematian ibu dan anak.

“Hamil silakan, tapi imunitas tubuhnya harus bagus dan terjamin karena saat hamil imunitas ibu otomatis akan menurun. Sebaiknya menunda dulu kehamilan, bila sudah hamil harus segera konsultasi ke dokter,” ujar Rustan.

Rustan menambahkan biasanya perempuan yang sedang hamil pasti merasa pusing dan mual sehingga membuat kondisi tubuh drop, yang rentan terjangkit virus korona.

“Karena di masa pendemi banyak keterbatasan akses termaksud layanan kesehatan, maka sebaiknya jangan hamil dulu demi kebaikan diri sendiri dan seluruh keluarga,” ujar Rustan. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa