TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

33 KK korban banjir bandang Sentani 2019 masih tempati gedung pasar rakyat

papua, pengungsi banjir bandang sentani
Pengungsi banjir bandang Sentani saat berada di los pasar rakyat Doyo baru distrikWaibu. Jubi/Yancewenda

Papua No.1 News Portal

Sentani, Jubi – Hingga menginjak bulan kesembilan di tahun 2020 ini, ada sebagian pengungsi dari korban banjir bandang Sentani, 16 Maret 2019 yang masih belum juga mendapatkan perhatian.

Kony Kreuta adalah salah satunya, korban banjir bandang Sentani itu, hingga saat ini masih menghuni di gedung pasar rakyat di Doyo baru, Distrik Waibu Kabupaten Jayapura.

“Sejak banjir bandang itu tidak ada perhatian dari pemerintah setempat secara langsung, justru dari luar kabupaten, seperti Keerom, Provinsi, donatur, BUMN, yang lebih peduli dengan kondisi kami pengungsi yang ada di pasar rakyat ini,” kata Kony kepada Jubi di Rabu (16/9/2020)

Bahkan hingga saat ini menurutnya, banyak yang datang mengambil data jumlah pengungsi. Namun tidak ada realisasi dari apa yang mereka kerjakan itu.

“Realisasi dari yang mereka ambil itu belum pernah terjadi sampai saat ini,” katanya.

Pengungsi yang berada menghuni di gedung pasar rakyat ini adalah warga sekitar, yang rumah mereka hancur diterjang banjir bandang. Di gedung itu, sedikitnya ditempati oleh 33 kepala keluarga .

“Bupati hanya kunjungi di perumahan BTN Nauli saja di samping jalan ke RSUD Yowari, dia tidak pernah datang kunjungi kami yang di pasar ini, di Polres dan dimana saja” kata Othis

Othis Kreuta berharap pemerintah lebih serius memperhatikan korban-korban terdampak banjir bandang Sentani.

“Saya pernah ketemu bupati dan dia tanya kalau kamu masih di pasar dan saya bilang iya. Jika tempat sudah disediakan, maka kami akan keluar dari (gedung) pasar ini, namun untuk saat ini belum bisa karena belum ada tempat yang layak ditempati,” katanya

Jhony Suebu selaku Ondofolo Ifale berharap pemerintah daerah setempat segera bertindak menangani pengungsi yang masih menempati tempat pengungsian seadanya.

“Bantuan-bantuan dari berbagai negara, Kabupaten, Provinsi dan juga ada yayasan itu semua di kemanakan? Jangan pengungsi ini terus menerus ada di pengungsian. Kalau bisa mereka yang bekerja ini perlu diperiksa, agar jelas,” ujarnya.(*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us