Follow our news chanel

34 persen NIK warga Kota Jayapura diblokir

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jayapura, Merlan S. Uloli mengatakan, 34 persen Nomor Induk Kependudukan (NIK) warga di Kota Jayapura yang diblokir dari jumlah wajib E-KTP sebanyak 335 ribu jiwa.

"Yang diblokir usia 23 tahun keatas sejak sejak 31 Desember 2018. Yang blokir dari Dirjen Dukcapil," kata Uloli di Kantor Wali Kota Jayapura, Jumat (25/1/19).

Uloli menjelaskan, warga yang NIK sudah terblokir, selama tidak melakukan perekaman, tidak bisa aktif. Dan, bisa aktif kembali setelah yang bersangkutan melakukan perekaman.

"Setelah diblokir, orangnya datang baru NIK orang tersebut dibuka. Caranya, Dukcapil harus menyurat ke Ditjen Dukcapil supaya NIK yang diblokir dibuka kembali supaya bisa melakukan perekaman," jelas Uloli.

Untuk itu, Uloli mengaku, NIK warga yang sudah diblokir atau non aktif tidak bisa digunakan dalam pelayanan publik dan keperluan lainnya karena KTP sebagai tanda andministratif warga di Kota Jayapura.

"Jadi, NIK mereka yang terblokir itu tidak semua orangnya ada. Setelah dilakukan penyisiran, NIK yang diblokir ada yang sudah meninggal, pindah, dan data ganda," ungkap Uloli.

Loading...
;

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano mengatakan, apabila masyarakat ingin membuka kembali blokiran tersebut, maka seluruh dokumen kependudukan harus diurus.

"Saya ingin warga saya tertib administrasi. Jangan mau masuk sekolah atau mengurus pekerjaan baru berbondong-bondong mengurus administrasi kependudukannya. Pembuatannya gratis kok, tidak ada yang susah, tinggal datang ke Kantor Disdukcapil, masukkan berkas tidak lama semua sudah beres," jelasnya. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top