TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Cina klaim mampu jinakkan lonjakan Covid-19 varian Delta dalam waktu 35 hari

Papua
Ilustrasi pandemi Covid-19 - Pexels.com.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Beijing, Jubi – Cina berhasil menjinakkan lonjakan kasus Covid-19 varian Delta dalam tempo 35 hari pada Senin (23/8/2021) kemarin. klaim itu dibuktikan dengan tak ditemukan adanya kasus baru yang menimpa penduduk setempat.

Provinsi Jiangsu, beberapa wilayah di China, seperti Beijing, Sichuan, dan Jiangsu sendiri sudah mencabut pembatasan aktivitas masyarakat dan memulai kembali kehidupan normal, setelah 35 hari sejak ditemukan kasus Delta di Nanjing.

Baca juga : Sebuah kota di Cina catat nol kasus usai jadi klaster Covid-19  

Perempuan tua di Cina ditangkap polisi dengan tuduhan pemicu Delta

Ratusan siswa SMA di Ghana positif Covid -19 varian Delta

Sejak Senin kemarin siapa pun yang melakukan perjalanan dari Nanjing sudah tidak lagi diwajibkan menunjukkan hasil tes PCR negatif. Mereka yang memasuki kawasan berisiko rendah di Nanjing hanya diminta memindai kode kesehatan dan cek suhu badan.

Sementara itu, lalu lintas di Wuhan, Provinsi Hubei, dan Provinsi Sichuan sudah mulai normal sejak Minggu (22/8/2021). Demikian halnya dengan beberapa kawasan di Beijing yang sebelumnya di-lockdown telah dibebaskan lagi sejak Minggu itu pula.

Di Kota Zhengzhou, Provinsi Henan, dalam delapan hari terakhir juga sudah tak ditemukan kasus baru. Hanya di Shanghai yang hingga Sabtu (21/8/2021) masih ditemukan enam kasus Delta. Namun semuanya sudah mendapatkan perawatan medis.

Keberhasilan Cina mengatasi varian Delta tersebut di antaranya tes PCR massal berulang kali untuk memisahkan orang yang terinfeksi dan tidak. Di Yangzhou, Provinsi Jiangsu, misalnya digelar tes massal sampai 12 kali. Sedangkan di Nanjing dan Zhengzhou, masing-masing tujuh dan lima kali.

Satu kasus positif ditemukan, yang bersangkutan dan sejumlah kontak dekatnya langsung dilarikan ke rumah sakit dan diisolasi.

“Strategi epidemi tanpa toleransi yang diterapkan China sangat tepat, meskipun varian Delta sangat menular dan meluas,” kata Wang Guangfa, pakar pernapasan dari Peking University First Hospital dikutip Global Times.

Dengan mulai meredanya kasus COVID-19 tersebut, beberapa kegiatan di China sudah mulai digelar lagi, termasuk pengarahan pers harian oleh Kementerian Luar Negeri (MFA) yang sempat ditangguhkan selama beberapa pekan. Demikian halnya dengan agenda-agenda kegiatan yang digelar Pusat ASEAN-China (ACC).

“Beberapa agenda yang sempat tertunda kita jadwal ulang untuk bisa terlaksana dalam waktu dekat,” tulis pesan singkat ACC melalui WeChat, Selasa, (24/8/2021) pagi. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us