Follow our news chanel

Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Jayapura, Robert L.N Awi saat mengarahkan pelaku UMKM untuk menyerahkan berkas untuk mendapatkan bantuan. - Jubi/Ramah

5.000 UMKM ditargetkan terima bantuan akibat dampak pandemi

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Dinas Perindustria, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Jayapura, menargetkan sebanyak 5.000 pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah mendapatkan bantuan modal usaha dari Pemerintah Indonesia sebesar Rp 2,4 juta.

“Target saya kalau bisa untuk Kota Jayapura ada di angka 4.000 sampai 5.000 pelaku UMKM terima bantuan modal usaha. Jenis usahanya bermacam-macam, seperti kios, lapak, roti, aksesoris, termasuk pedagang sirih pinang,” ujar Kadisperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Robert L.N Awi di Kantor Wali Kota Jayapura, Senin (16/11/2020).

Dikatakan Awi, jumlah UMKM di Kota Jayapura sebanyak 17 ribu, namun terkendala Nomor Induk Kependudukan dan nomor kontak atau handphone, yang wajib dilampirkan saat pengajuan proposal penerima bantuan.

“Data yang bisa kami kirim hanya 1.100 pelaku UMKM. Dan itu sangat minim. Untuk itu, saya minta Bidang UKM untuk data sebanyak-banyaknya, dan data yang lengkap untuk kami kirim ke Pemerintah Provinsi Papua, kemudian dilanjutkan ke Kementerian Perdagangan untuk mendapatkan bantuan,” ujar Awi.

Dikatakan Awi, bantuan yang diberikan nama Bantuan Presiden yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada 24 Agustus lalu, diberikan sebagai modal kerja atau usaha bagi para pelaku UMKM guna membantu masalah keuangan di tengah pandemi Covid-19.

“Penerima bantuan hanya menerima satu kali saja. Kami sedang melakukan perekapan data berkas-berkas pelaku UMKM yang sudah terkumpul. Kalau disetujui, maka setiap orang menerima uang sebesar Rp 2,4 juta langsung di kirim ke nomor rekening masing-masing pelaku usaha,” ujar Awi.

Loading...
;

Awi berharap, bantuan modal usaha ini dapat memotivasi pelaku UMKM di Kota Jayapura untuk bangkit di tengah keterpurukan perekonomian akibar Covid-19 sehingga usaha yang dijalankan bisa bertahan dan berkembang.

“Bantuan Presiden ini adalah dana hibah, bukan pinjaman atau kredit. Penerima bantuan Rp 2,4 juta tidak dipungut biaya dalam penyalurannya,” ujar Awi.

Seorang pelaku UMKM dengan jenis usaha kios, Martina, mengaku sangat mengharapkan bantuan modal usaha tersebut, karena usahanya saat ini sedang sepi pembeli, sehingga untuk modal kerja ia harus menguras tabungan.

“Saya sangat berharap terima bantuan. Jualan kios sekarang sepi karena orang takut korona. Saya tetap jualan dengan mengandalkan uang tabungan saya agar bisa bertahan. Semoga Pemerintah Kota Jayapura memperhatikan kami pedagang kecil ini,” ujar Martina. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Scroll to Top