Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

6.823 pekerja di Papua Barat dirumahkan akibat pandemi Covid-19

Pemandu wisata atau guide saat mengecek kawasan wisata Raja Ampat yang sepi –/Antara
6.823 pekerja di Papua Barat dirumahkan akibat pandemi Covid-19 1 i Papua
Pemandu wisata atau guide saat mengecek kawasan wisata Raja Ampat yang sepi –/Antara

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Sebanyak 6.823 pekerja di wilayah Provinsi Papua Barat dirumahkan dan 67 mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) selama pandemi virus korona (Covid-19).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Provinsi Papua Barat Frederik Saidui mengutarakan wabah korona cukup berdampak pada dunia industri di provinsi ini.

6.823 pekerja di Papua Barat dirumahkan akibat pandemi Covid-19 2 i Papua

Sektor pariwisata terutama perhotelan atau penginapan menerima dampak paling signifikan, membuat manajemen menempuh langkah yang sulit dengan meliburkan kegiatan usaha.

‘’Dunia usaha mengalami imbas yang tidak ringan. Beberapa perusahaan merumahkan karyawan dalam jangka waktu yang belum pasti, bahkan ada yang melakukan PHK,” sebut Saidui di Manokwari, Rabu (6/5/2020).

Menurut Saidui, ada perusahaan sama sekali tidak melaksanakan kewajibannya yakni membayar kompensasi kepada karyawan, ada pula yang memberi kompensasi hanya dengan membayar upah sebesar 50 persen dari upah minimum provinsi (UMP).

Imbas pandemi virus korona juga sangat dirasakan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) pelabuhan. Pemberhentian sementara pelayanan kapal Pelni membuat ratusan TKBM di Manokwari, Sorong, Kaimana dan Fakfak dirumahkan.

Loading...
;

Frederik mengutarakan, perusahaan subkontraktor LNG Tangguh di Bintuni pun tak luput dari dampak pandemi ini. Bahkan perusahaan yang bekerja di bawah perusahaan raksasa itu tercatat paling banyak merumahkan karyawannya.

“Sejauh ini ada 4.326 orang karyawan subsektor migas di Teluk Bintuni telah dirumahkan. Mereka ini bekerja di perusahaan sub kontraktor BP Tangguh di Teluk Bintuni,’’ katanya lagi.

Frederik berharap pandemi ini segera berakhir agar situasi kembali normal.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan imbauan-imbauan pemerintah termasuk pada dunia usaha.(*)

Editor: Angela Flassy

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top