Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

80 lilin untuk peringati satu tahun banjir bandang Sentani

Acara doa dan ucap syukur yang digelar pemuda dan sekolah minggu gereja Baptis Imanuel Toladan, Kabupaten Jayapura memperingati satu tahun banjir bandang Sentani, Senin (16/3/2020) – Jubi/Yance Wenda
80 lilin untuk peringati satu tahun banjir bandang Sentani 1 i Papua
Acara doa dan ucap syukur yang digelar pemuda dan sekolah minggu gereja Baptis Imanuel Toladan, Kabupaten Jayapura memperingati satu tahun banjir bandang Sentani, Senin (16/3/2020) – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Banjir bandang Sentani yang terjadi 16 Maret 2019 masih lekat teringat di benak setiap orang yang mengalami langsung kejadian malam itu. Hari ini, genap satu tahun peristiwa itu, dan hingga kini masih ada sebagian warga terdampak banjir yang masih tinggal di pengungsian.

Pemuda dan sekolah minggu gereja Baptis Imanuel Toladan, Kabupaten Jayapura, menggelar beberapa kegiatan untuk mengucap syukur dan mendoakan anggota keluarga yang meninggal dalam bencana setahun silam.

“Kegiatan ini kami tidak ada persiapan dari jauh-jauh hari namun kami pikir ini adalah satu kegiatan yang harus kami lakukan. Kejadian itu, dimana anak sekolah minggu GBIT ini semua berada di lokasi ‘pulau’ untuk ibadah dan terjadi sudah banjir itu,” kata Jenny Marlin Wenda, kepala sekolah minggu GBIT, kepada Jubi, Senin (16/3/2020) malam.

Kata Jenny, tidak ada sesuatu yang berharga yang dapat dipersembahakan kepada DIA hanya ucapan syukur saja.

“Jadi kami hari ini, Pak Jeff Ron memberikan firman dan motivasi untuk penguatan pada kami yang hadir. Sebelum berdoa kami menyelakan sekitar 80 lilin yang disediakan kami sekolah minggu, dan selanjutnya kami nonton sambil minum kopi bersama di halaman gereja Baptis,” jelasnya.

Kegiatan ini, imbuhnya, tidak hanya melibatkan pemuda dan jemaat Baptis namun tetangga sekitar juga turut bergabung.

Loading...
;

“Kami juga sampaikan terima kasih kepada mereka yang sudah berpartisipasi bergabung untuk bersyukur dan berdoa bersama dengan kami. Tadi kami lihat ada keluarga korban yang datang dengan membawa makanan untuk kami nikmati bersama. Mereka rasa berdoa bersama dengan menaikkan syukur ini penting jadi merka datang,” ucap Wenda.

Perempuan yang akrap disapa Jello ini mengatakan kejadian itu membuat mereka tidak berpikir akan selamat.

“Ketika mengingat kejadian itu, saya rasa sangat sedih, karena bencana ini mengakibatkan 114 orang meninggal, 205 orang hilang, 961 orang menderita luka, sekitar 11.725 mengungsi. Di saat seperti ini, bukan saatnya saling menyalahkan si A yang salah atau si B yang salah, karena apa yang terjadi semua sudah tertulis di dalam Alkitab, Matius 24:7, wahyu 6:4, Matius 24:7, dan masih banyak ayat lainnya,” jelasnya.

Jeff Ron Sohilait, badan pelayan GBIT, dalam penyampaian firmannya mengatakan dalam keadaan yang sulit dimana sebagai manusia sudah tidak berpikir akan selamat namun bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, dia membuka jalan bagi mereka yang berada di pulau saat itu.

“Dimana pada malam itu Tuhan buka jalan bagi mereka, dan Tuhan membawa mereka keluar dari tempat itu berarti Tuhan punya maksud tertentu bagi anak-anak sekolah minggu ini di dalam dunia ini,” jelasnya.

Kejadian banjir bandang yang terjadi tidak satu orang pun yang tahu bahwa akan terjadi banjir seperti itu.

“Pada hari Sabtu itu anak-anak ini mereka pergi beribadah dan karena doa mereka sehingga Tuhan selamatkan mereka. Ini merupakan kesaksian yang besar, dimana kejadian yang tiba-tiba namunTuhan sertai mereka hingga keluar dari tempat itu (untuk dibawa) ke tempat yang aman,” kata Jeff Ron. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top