Follow our news chanel

Previous
Next

89 dokter gugur saat tangani Covid-19, IDI : perhatian bukan cuma insentif

papua,
Ikatan Dokter Indonesia – Jubi/id.wikipedia.org

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat sebanyak 89 dokter telah gugur dan terkonfirmasi positif Covid-19. Lembaga itu menyebut perhatian kepada tenaga medis dinilai bukan cuma soal insentif, tetapi infrastruktur kesehatan secara keseluruhan.”Beban kerja dan mental tenaga medis perlu menjadi perhatian bersama,” kata Wakil Ketua umum IDI Adib Khumaidi, Senin (24/8/2020).

Adib menyatakan gugurnya tenaga medis itu pada beberapa pekan terakhir terjadi penambahan kasus Covid-19 yang cukup signifikan. “Sementara rumah sakit masih kewalahan menangani pasien. Ditambah lagi, ketersediaan sumber daya manusia di rumah sakit yang masih kurang,” kata Adib menambahkan.

Baca juga : Ini alasan asosiasi dokter protes pengangkatan konsil kedokteran Indonesia 

Gaji Rp 50 juta belum diminati dokter spesialis untuk bekerja di Papua Barat

Perilaku pasien COVID-19 tak jujur dan kematian dokter di Surabaya

Tingginya angka kematian Nakes merupakan gambaran yang jelas masih ada masalah dalam infrastruktur kesehatan yang menyebabkan bertambahnya risiko penularan kepada tenaga medis. Adib menilai penanganan Covid-19 di lingkungan tenaga medis bukan hanya dengan memberikan insentif tenaga kesehatan, melainkan dengan menyiapkan infrastruktur rumah sakit meliputi ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD), ketersediaan obat, dan sumber daya manusia di rumah sakit.

Loading...
;

Ia juga menekankan, agar pemerintah segera membuat regulasi untuk sistem kerja tenaga medis yang diatur dalam Undang-undang Ketenagakerjaan terkait jam kerja dokter.

“Yang paling penting adalah bagaimana faskes memfasilitasi, ketersediaan APD dan regulasi. Regulasi ini bukan hanya masalah kompensasi dan insentif saja tapi juga jaminan dan perlindungan,” kata Adib menjelaskan.

Menurut dia, secara teksual terkait dokter itu belum ada UU khusus ketenagakerjaan, tapi ini menjadi perhatian karena jam kerja tinggi menyebabkan jam tidur dan makan berkurang sehingga menurunkan daya tahan tubuh dan berisiko penularan tinggi di kalangan tenaga medis.

Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemenkes Abdul Kadir, mengatakan te;ah memberikan insentif sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada para relawan dan petugas medis yang menangani Covid-19.

“Kemenkes telah memberikan insentif senilai Rp1,27 triliun kepada nakes, dan hinga 23 Agustus telah memberikan santuan kematian kepada 70 orang ahli waris nakes yang gugur,” kata Kadir. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top