Follow our news chanel

Previous
Next

Nekat Gelar Expo, Bupati ini siap mundur jika ada warganya meninggal akibat Covid-19

papua, pilkada, covid 19
Ilustrasi pandemi Covid-19 - Pexels.com.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Bupati Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Amon Djobo siap mempertaruhkan jabatanya demi kegiatan Expo dan Karnaval untuk memberdayakan ekonomi masyarakat daerahnya, meski sedang pandemi Covid-19.

“Ya, saya pastikan jika ada 3-4 orang yang terkena Covid-19 kemudian kristis dan meninggal dan itu terpapar dari area Expo maka saya akan berhenti dari jabatan saya,” kata Amon, Rabu (30/9/2020) kemarin.

Baca juga : Wakil ketua DPRD ini nekat gelar pentas dangdut di tengah pandemi Covid-19 

Mahasiswa ini nekat mudik meski terindikasi Covid-19 

Wali Kota Bekasi nekat buka tempat hiburan

Ia menegaskan kegiatan tersebut sudah dipikirkam semua aspek. Ia berdalih expo dan karnaval itu digelar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19. “Lewat Expo itu Pemkab Alor berusaha untuk mengajarkan kepada masyarakat untuk selalu mengikuti protokol kesehatan,” kata Amon menambahkan.

Loading...
;

Amon menilai gelaran Expo Alor dan Alor Karnaval itu memberikan dampak yang positif bagi ekonomi masyarakat khususnya bagi para pelaku UMKM, penjual makanan ringan dan makanan lokal di daerah itu.

“Saya dapat pesan dari beberapa orang melalui SMS. Mereka menyatakan bahwa setiap bulan dapat BLT Rp600 ribu per bulan, tetapi selama Expo dalam satu hari para penjual itu mengaku dapat keuntungan sebesar Rp1 juta,” kata Amon menambahkan.

Ia meminta agar beberapa pihak yang mengelar aksi demonstrasi menolak adanya expo tersebut lebih baik tak perlu melakukannya untuk kepentingan politik beberapa pihak demi tahun 2024 nanti.

“Kegiatan ini untuk menyejahterakan masyarakat bukan untuk mencelakai masyarakat. Lagi pula ini hajatannya pemerintah dan masyarakat hanya terlibat di dalamnya saja,” kata Amon menegaskan.

Tercatat expo yang semula akan berakhir pada Sabtu (3/10/2020) pekan depan diperpendek jangka waktunya menjadi hari ini, Kamis (1/10/2020). Kebijakan itu dilakukan untuk mempersiapkan para petani yang juga terlibat dalam expo itu guna masa tanam.

“Ini bukan karena masalah Covid-19 tetapi kita mempersiapkan masyarakat kita untuk masa tanam, karena nanti kan mereka harus kembali lagi ke kampung-kampung,” katanya.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 per 27 September 2020, hanya ada 16 kabupaten dan kota zona hijau atau tak terdampak penyebaran Covid-19. Sebelumnya, pada 31 Mei, pemerintah pusat mencatat zona hijau itu mencapai 102 daerah kabupaten dan kota.

Dari 16 daerah yang tersisa tersebut, di Nusa Tenggara Timur ada empat yakni Ngada, Sabu Raijua, Manggarai Timur, dan Belu.

CNN Indonesia

Editor :

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top