Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Abraham Dote dituntut 8 bulan penjara

Foto ilustrasi – pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pengadilan Negeri Kelas 1A Jayapura pada Rabu (19/2/2020) kembali menyidangkan perkara yang terkait dengan kasus amuk  massa tanggal 29 Agustus 2019. Dalam persidangan Rabu, jaksa penuntut umum, Piter Dawir menuntut terdakwa Abraham Dote dinyatakan bersalah dan dihukum delapan bulan penjara.

Abraham Dote adalah salah satu terdakwa dalam perkara amuk massa yang terjadi setelah unjukrasa anti rasisme Papua di Kota Jayapura pada 29 Agustus 2019 lalu. Dote didakwa dengan Pasal 170 KUHP tentang kekerasan dengan tenaga bersama, dan Pasal 362 KUHP tentang pencurian.

Sidang Rabu ketua majelis hakim Matius bersama hakim anggota Alexander Tetelepta dan Robert Naibaho.Dalam sidang Rabu, jaksa penuntut umum (JPU) Piter Dawir membacakan surat tuntutannya.

JPU meminta Dote dinyatakan bersalah melakukan pencurian di wilayah Entrop, Kota Jayapura. “Kami menuntut terdakwa dihukum delapan bulan penjara, dikurangi masa penahanan yang telah dijalaninya,” Dawir.

Penasehat hukum terdakwa, Helmi mengatakan proses persidangan tidak berhasil membuktikan perbuatan terdakwa memenuhi unsur-unsur dalam tindak pidana kekerasan dengan tenaga bersama maupun unsur tindak pidana pencurian. “Persidangan tidak membuktikan terdakwa melakukan tindakan yang didakwakan,” kata Helmi usai sidang Rabu.

Ia menyatakan pihaknya akan mengajukan nota pembelaan atas tuntutan JPU terhadap Dote. “Proses persidang akan dilanjutkan pada 24 February 2020, [dengan agenda pembacaan nota pembelaan kami],” katanya.(*)

Loading...
;

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top