Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Ada 23 kasus baru, jumlah kasus positif korona Papua ada di urutan ke-9

Infografis perkembangan pandemi Covid-19 di Papua hingga 28 April 2020. – Satgas Covid-19 Papua
Ada 23 kasus baru, jumlah kasus positif korona Papua ada di urutan ke-9 1 i Papua
Infografis perkembangan pandemi Covid-19 di Papua hingga 28 April 2020. – Satgas Covid-19 Papua

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pada Selasa (28/4/2020), Satuan Tugas Covid-19 Papua mengonfirmasi 23 kasus baru positif korona, sehingga jumlah kasus positif korona di Papua bertambah menjadi 178 kasus. Sejumlah 119 pasien positif korona masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Papua, 52 pasien dinyatakan telah sembuh, dan tujuh pasien lainnya telah meninggal.

Dengan terkonfirmasinya 23 kasus baru positif korona itu, kini Papua menduduki peringkat ke-9 dalam urutan provinsi dengan jumlah positif korona terbanyak di Indonesia. Jumlah kasus positif di Papua yang mencapai 178 kasus itu hanya lebih sedikit dibandingkan DKI Jakarta (4.002 kasus), Jawa Barat (969 kasus), Jawa Timur (857 kasus), Jawa Tengah (682 kasus), Sulawesi Selatan (453 kasus), Banten (388 kasus), Nusa Tenggara Barat (221 kasus), dan Bali 215 (kasus).

Meskipun laju pertambahan kasus baru di Papua tergolong tinggi, Papua masih mencatatkan diri sebagai salah satu provinsi dengan tingkat kesembuhan Covid-19 terbaik di Indonesia. Sejumlah 52 pasien (29 persen) telah dinyatakan sembuh. Sejumlah tujuh pasien meninggal, membuat catatan tingkat kematian di Papua berkisar pada angka 4 persen. Sebagai perbandingan, tingkat kematian Covid-19 di Indonesia mencapai 8,12 persen.

Dari 23 kasus baru positif korona yang terkonfirmasi pada Selasa, sejumlah 13 kasus baru ditemukan di Kabupaten Nabire. Di Kabupaten Biak Numfor, terkonfirmasi enam kasus baru, dan di Kota Jayapura juga terkonfirmasi dua kasus baru lainnya.

Kabupaten Supiori menjadi kabupaten terbaru yang masuk jajaran kabupaten/kota di Papua yang memiliki kasus Covid-19. Pada Selasa, telah terkonfirmasi dua kasus baru positif korona dari Supiori.

Juru bicara Satuan Tugas Pengendalian dan Pencegahan (Satgas) Covid-19 Papua dr Silwanus Sumule SpOG mengatakan pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap kabupaten Nabire dan Biak Numfor, karena memiliki pertambahan kasus baru yang signifikan. Nabire merupakan “gerbang” pergerakan orang menuju Wilayah Adat Meepago di kawasan pegunungan tengah Papua, yang meliputi Kabupaten Paniai, Deiyai, Dogiyai, dan Intan Jaya.

Loading...
;

Nabire bersama Biak Numfor juga merupakan poros pergerakan orang dan hub transportasi di Wilayah Adat Saireri, termasuk Kabupaten Supiori, Yapen, dan Waropen. Satgas Covid-19 Papua meminta seluruh Dinas Kesehatan yang berada di wilayah Saireri dan Meepago segera mengaktifkan tenaga surveillance.

“Temukan semua kasus-kasus sedini mungkin. Cari Pasien dalam Pengawasan, dan ketika anda sudah menemukan, lakukan protokol [pencegahan], serta segera rujuk ke rumah sakit. Kata kuncinya adalah bagaimana teman-teman di Dinas Kesehatan kabupaten/kota [bisa] menemukan kasus sedini mungkin,” katanya.

Sumule menghimbau kepada seluruh masyarakat wilayah Meepago dan Saireri yang pernah bertemu pasien positif korona segera menghubungi kesehatan terdekat. Mereka akan segera didata dan menjalani tes untuk memastikan apakah mereka terinfeksi virus korona atau tidak.

“Dengan melakukan tes, petugas kesehatan akan melakukan semua upaya untuk mencegah penyakit ini menyebar. [Petugas kesehatan juga berupaya agar gejala] penyakit ini [tetap berada pada] level yang ringan dan sedang,” katanya.

Sumule meminta kepada seluruh petugas kesehatan yang saat ini merawat pasien pasien positif di rumah sakit, agar memperhatikan secara detail kondisi dari pasien. “Tetap berpatokan bahwa menemukan kasus, menemukan gejala harus sedini mungkin. Dengan demikian, ketika Anda melakukan pemantauan yang ketat, sudah menemukan dan gejala-gejala yang bergerak ke arah sakit berat, segera melakukan tindakan,” imbau Sumule kepada seluruh tenaga medis di Papua.

Sumule menyatakan pengalaman tim Satgas Covid-19 Papua di Kota Jayapura menunjukkan kegagalan menangani kasus pada awal pandemi karena keterlambatan intervensi medis terhadap pasien. Seiring berjalannya waktu, petugas sudah mampu menemukan kasus-kasus ini yang lebih awal, dan lebih cepat melakukan intervensi medis.

“Karena itu kami berharap kepada seluruh teman-teman yang bekerja di rumah sakit untuk bergandengan tangan. [Kita harus] memberikan pemantauan yang ekstra kepada kasus-kasus yang sangat membutuhkan,” katanya.

Sumule memastikan Tim Satgas Covid-19 Papua akan terus berupaya membantu ketersediaan obat-obatan, alat pelindungan diri, maupun tata cara pengambilan dan pengiriman spesimen Pasien dalam Pengawasan (PDP). “Segera menghubungi kami di Dinas Kesehatan Provinsi Papua. Kami akan segera berkoordinasi untuk segera bersama-sama kita menyelesaikan permasalahan,” kata Sumule.

Hingga Selasa, jumlah PDP di Papua sebanyak 141 orang, dan Orang dalam Pemantauan (ODP) mencapai 4.011 orang. Jumlah spesimen yang telah diperiksa Laboratorium Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua bersama Laboratorium Kesehatan Daerah Papua mencapai 752 spesimen.

Di Jakarta, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat nasional mengonfirmasi 415 kasus baru positif korona. Dengan tambahan itu, jumlah kasus positif korona di Indonesia telah mencapai 9.511 kasus yang tersebar di 297 kabupaten/kota di 34 provinsi.

Hal itu dinyatakan juru bicara pemerintah untuk urusan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 juga mencatat pada Selasa ada 103 pasien positif korona yang sembuh, dan delapan pasien yang meninggal. “Jumlah kasus positif ada 9.511 kasus. Yang sembuh 1.254 orang, dan yang meninggal 773 orang,” kata Yurianto.

Yurianto menyatakan jumlah Orang dalam Pemantauan di seluruh Indonesia mencapai 213.644 orang, namun ia mengklaim sebagian besar dari jumlah itu telah sembuh. Sementara jumlah Pasien dalam Pengawasan mencapai 20.428 orang, dan sedang menunggu antrean tes realtime PCR untuk memastikan apakah mereka terinfeksi korona atau tidak.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top