HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Ada fakta yang belum terungkap dalam persidangan amuk massa Jayapura

Suasana sidang demonstrasi rusuh di Kota Jayapura beberapa waktu lalu yang digelar di Pengadilan Negeri Jayapura Kelas IA - Jubi/Arjuna.
Ada fakta yang belum terungkap dalam persidangan amuk massa Jayapura 1 i Papua
Suasana sidang demonstrasi rusuh di Kota Jayapura beberapa waktu lalu yang digelar di Pengadilan Negeri Jayapura Kelas IA – Jubi/Arjuna.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Koordinator tim advokasi untuk orang asli Papua, Teguh Sugeng Santoso yang bersama beberapa rekannya memberikan pendampingan hukum kepada para terdakwa amuk massa di Kota Jayapura  pada 29 Agustus 2019, mengatakan ada fakta yang belum terungkap terkait status para terdakwa dalam persidangan selama 6-7 November 2019.

Hal itu dikatakan Teguh Sugeng Santoso usai mendampingi 12 terdakwa menjalani persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Kelas IA Jayapura, Kamis (7/11/2019).

Ada fakta yang belum terungkap dalam persidangan amuk massa Jayapura 2 i Papua

Ia mengatakan, seorang terdakwa bernama Imanuel Huby bertatus masih anak di bawah umur. Usianya belum genap 17 tahun, sehingga mestinya ia dikenakan Undang-Undang peradilan anak, dimana untuk tindakpidana anak ancamannya di bawah tujuh tahun (pidana).

“Kelahiran 31 Desember 2002 (belum genap 17 tahun) dan itu tidak terungkap dalam penyidikan itu. Harus hati-hati ini penyidik ini,” kata Teguh Sugeng Santoso.

Menurut Sekjen PERADI itu, selain masih di bawah umur, terdakwa Imanuel Huby juga bukan residivis. Tidak pernah melakukan tindak pidana sebelumnya yang telah memiliki putusan berkekuatan hukum tetap, sehingga semestinya terdakwa diserahkan kepada orangtuanya.

“Tapi masih di tahan di Polda. Kita juga akan eksepsi itu. Ini juga salah satu perhatian majelis hakim tadi, majelis hakim agak terkejut juga itu,” ujarnya.

Loading...
;

Terkait lima terdakwa lain yang semula disebut masa penahannya telah berakhir kata Teguh Sugeng, majelis hakim telah melakukan perpanjangan masa penahanan, dan sudah ada penetapannya.

“Tapi tidak sampai kepada mereka (terdakwa). Tetapi majelis (hakim) berdasarkan kewenangannya tetap bertahan untuk menahan. Nanti kami dalam eksepsi akan mengajukan keberatan,” ucapnya.

Sementara hakim ketua, Maria M Sitanggang saat persidangan mengatakan, sidang akan dilanjutkan pada 13 November 2019.

“Nanti (13 November 2019), penasihat hukum akan menyampaikan eksepsi para terdakwa. Itu nanti (terkait terdawak di bawah umur) dimasukkan saja dalam eksepsi,” kata Maria Sitanggang.

Menurutnya, majelis hakim tidak mengetahui jika ada di antara terdakwa diduga anak di bawah umur, karena majelis hakim hanya berdasarkan dokumen dari penyidik Kejaksaan. (*)

Editor : Edho Sinaga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa