HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Ada yang “menggoreng” isu 1 Desember

Foto ilustrasi, warga Papua menari waita usai pengibaran bendera bintang kejora di Papua dalam peringatan 1 Desember pada tahun 2017. – Jubi/Dok
Foto ilustrasi, warga Papua menari waita usai pengibaran bendera bintang kejora dalam peringatan 1 Desember pada tahun 2017 lalu. – Jubi/Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Para aktivis politik, masyarakat adat, hingga aktivis hak asasi manusia menilai ada pihak tertentu mengolah isu peringatan 1 Desember secara berlebihan. Isu peringatan 1 Desember itu “digoreng” pihak tertentu  demi kepentingan kelompok dan pribadinya.

Sekretaris Dewan Adat Lapago, Engelbert Surabut menyatakan berbagai isu diembuskan menjelang peringatan 58 tahun pegumuman perangkat dan kelengkapan Negara Papua Barat pada 1 Desember 1961. “Orang buat [isu] [seolah pada peringatan] 1 Desember akan terjadi sesuatu yang luar biasa,” kata Engelbert Surabut di Wamena, Kamis (28/11/2019).

Sejumlah isu yang menyebar menjelang peringatan 1 Desember, antara lain isu akan adanya pengibaran bendera di dalam kota, dan isu adanya intervensi pihak asing dalam peringatan 1 Desember di Papua. Surabut menyatakan beragam itu membuat warga di Papua merasa ketakutan, hingga takut bepergian.

Warga bahkan takut membawa hasil pertanian ke pasar di Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya, Papua. Banyak warga di Papua mulai memilih tinggal di rumah. “Siapa yang yang sebarkan isu itu? Apa kepentingannya? Aparat keamanan punya banyak intel, coba lacak itu,” kata Surabut.

Direktur Pembela Hak Asasi Manusia (HAM) Pegunungan Tengah Papua, Theo Hesegem mengatakan pengamanan berlebihan yang dilakukan aparat keamanan justru membuat banyak warga meyakini kebenaran berbagai isu seputar peringatan 1 Desember. Reaksi pemerintah semakin terlihat berlebihan karena menjelang 1 Desember 2019 Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis memilih berkantor di Papua.

“Jaga keamanan dan ketertiban masyarakat itu tugas polisi. Akan tetapi, jumlah aparat yang terlalu banyak, dengan patroli, saya merasa itu berlebihan. Kesan Papua ini darurat. Sementara kita ini biasa saja,” kata Hesegem.

Loading...
;

Ketua I Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Warpo Wetipo mengatakan peringatan 1 Desember menjadi lahan proyek aparat keamanan negara. Padahal, bagi orang Papua Desember adalah bulan yang suci, sehingga harus dirayakan dengan damai.

Wetipo menyatakan berbagai isu seputar 1 Desember 2019 cenderung provokatif dan diembuskan pihak yang memiliki kepentingan tertentu. “Stop jadikan [peringatan 1 Desember sebagai] lahan proyek [untuk] meraup uang negara dan naik pangkat, [atau mendapatkan] dana pengamanan, kata Wetipo pada Kamis.

Ia mengimbau rakyat sipil Papua dan non Papua tidak terjebak dengan beragam isu yang diembuskan pihak tertentu itu. Wetipo juga mempertanyakan isu adanya intervensi asing dalam momen 1 Desember 2019.

“Ada [kabar bahwa] PBB atau [pihak yang mengatasnamakan PBB [mengintervensi peringatan 1 Desember]. Itu tidak benar, provokatif, dan mengacaukan,”ungkapnya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa