Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Afghanistan temukan kasus corona

Ilustrasi sebaran virus corona di China. Tempo.co

Temuan itu menjadikan negara itu mengumumkan status darurat di provinsi yang berbatasan dengan Iran sekaligus tempat terdapat puluhan kasus terkonfirmasi dan delapan orang meninggal akibat COVID-19.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Kabul, Jubi – Afghanistan menemukan kasus virus corona pertama di negara tersebut saat laporan kasus COVID-19 di luar China meningkat. Menteri Kesehatan Afganistran, Ferozuddin Feroz mengatakan saat konferensi pers di Kabul bahwa satu dari tiga dugaan kasus COVID-19 terkonfirmasi di Provinsi Barat Herat.

Temuan itu menjadikan negara itu mengumumkan status darurat di provinsi yang berbatasan dengan Iran sekaligus tempat terdapat puluhan kasus terkonfirmasi dan delapan orang meninggal akibat COVID-19.  Jumlah itu merupakan total kematian tertinggi di luar China, tempat wabah pertama kali muncul.

“Saya mengimbau masyarakat agar tetap di rumah dan membatasi pergerakan mereka,” kata Ferozuddin, merujuk pada warga di kawasan perbatasan.

Baca juga : Korban jiwa akibat corona merambah ke sejumlah negara

IMF sebut wabah virus corona ancam pemulihan ekonomi global

Loading...
;

Korban jiwa akibat corona di China daratan mencapai 2.236 orang

Kepala departemen pengawasan penyakit di Kementerian Kesehatan Afganistan, Dr Sayed Attaullah Sayedzai, Minggu kemarin mengatakan tiga pasien terduga di Herat baru saja kembali dari Iran. Hal itu terjadi menyusul dugaan kasus serta kabar penyebaran virus di Iran, otoritas Afghanistan menunda seluruh mobilitas darat maupun udara dengan tujuan Iran selama akhir pekan.

Negara lainnya, termasuk Turki dan Pakistan juga memberlakukan pembatasan perjalanan tujuan Iran. Lonjakan infeksi di luar China menimbulkan ketakutan pandemik global, sehingga memicu penurunan tajam dalam pasar ekuitas lantaran para investor lebih memilih produk yang lebih aman seperti emas.

Virus corona telah menginfeksi hampir 77 ribu orang dan menyebabkan lebih dari 2.500 orang meninggal di China, terutama di Wuhan. Di luar daratan China wabah tersebut menjangkit ke sekitar 28 negara dan wilayah lainnya, dengan jumlah korban jiwa mencapai puluhan. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top