Afrika terima obat generik HIV untuk anak dengan rasa stroberi

Papua, Peneliti
Ilustrasi. -Pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Dubai, Jubi – Badan-badan bantuan telah mendistribusikan tablet rasa stroberi untuk anak-anak yang hidup dengan HIV di enam negara Afrika. Badan kesehatan global UNITAID menyatakan obat itu merupakan versi pediatrik generik pertama dari anti retroviral utama.

“Pendanaan UNITAID dan Clinton Health Access Initiative (CHAI) membeli 100 ribu bungkus formulasi dolutegravir di Nigeria, Malawi, Uganda, Kenya, Zimbabwe, dan Benin,” kata juru bicara UNITAID Herve Verhoosel dalam pernyataannya kepada Reuters, Minggu, (4/7/2021) kemarin.

Baca juga : Pria Inggris ini jadi orang kedua di Dunia sembuh dari HIV  

Pengobatan ARV untuk HIV/AIDS di Indonesia terburuk di Asia Pasifik

Tercatat saat ini ada sekitar 1,8 juta anak di seluruh dunia hidup dengan HIV, namun hanya setengahnya yang menerima pengobatan apa pun. Obat seringkali sulit diberikan kepada anak-anak karena rasanya yang pahit atau dosis yang tidak tepat dengan mengurangi porsi  pil dewasa. Sedangkan sekitar 100 ribu anak meninggal karena AIDS setiap tahun.

“Dengan pengiriman formulasi baru-baru ini di enam negara pertama, proyek ini sekarang menjadi kenyataan,” kata Verhoosel, yang mengunjungi Uni Emirat Arab, tentang inisiatif yang pertama kali diumumkan Desember lalu.

Loading...
;

Dia mengatakan pengadaan ini dirancang untuk memulai permintaan dan bahwa donor utama telah dengan cepat pindah ke pengadaan berkelanjutan, yang akan memungkinkan peningkatan skala nasional dan akses luas untuk semua anak yang memenuhi syarat dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pengobatan HIV lini pertama direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia dari usia empat minggu dan 3 kilo, tetapi telah di luar jangkauan bayi karena kurangnya formulasi yang tepat.

UNITAID dan CHAI telah mencapai kesepakatan harga dengan pembuat obat generik Viatris dan Macleods untuk formulasi dolutegravir pediatrik yang dapat terdispersi.

Perkiraan biaya untuk terapi kombinasi sekarang akan menjadi sekitar 120 dolar AS atau sekitar Rp1,7 juta untuk perawatan tahunan anak, dibandingkan 480 dolar AS atau sekitar Rp6,9 juta saat ini, menjadikannya sebuah terobosan untuk negara-negara miskin.

Verhoosel mengatakan kemitraan dengan Medicines Patent Pool memungkinkan perjanjian lisensi sukarela di 121 negara. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top