HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Agenda pemekaran DOB tak pengaruhi pelaksanaan PON

Agenda pemekaran DOB tak pengaruhi pelaksanaan PON 1 i Papua
 Ketua Harian Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) Papua, Yunus Wonda – Jubi/Roy Ratumakin.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ketua Harian Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) Papua, Yunus Wonda menegaskan, pelaksanaan PON XX tahun 2020 di tanah Papua tetap sesuai jadwal yang ditentukan. Tidak akan dipengaruhi oleh isu soal pemekaran daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua maupun Papua Barat.

“PON adalah agenda nasional, kebetulan Papua menjadi tuan rumah. Kami pernah meminta kepada Presiden Jokowi untuk mengundur pelaksanaan PON ke tahun 2021, tetapi permintaan tersebut ditolak oleh presiden, dan beliau mengatakan, pelaksanaannya harus dilaksanakan di tahun 2020,” kata Wonda, Senin (25/11/2019).

Kata Wonda, untuk itu, pihaknya mempunyai komitmen besar agar pelaksanaan PON Papua terlaksana dengan baik dan semeriah yang diinginkan masyarakat Papua.

“Apapun keadaan dan kondisi, pelaksanaan PON tetap dilaksanakan sesuai jadwal. Persoalan saat ini banyak kisruh politik dimana permintaan pemekaran provinsi tidak akan mempengaruhi pelaksanaan PON tersebut,” ujarnya.

Dikatakan, permintaan pemekaran DOB hanya segelintir orang dan itu bukan mengatasnamakan masyarakat Papua secara keseluruhan.

“Hari ini, rakyat Papua tidak menginginkan pemekaran Papua. Orang asli Papua yang hidup di atas tanah ini tidak butuh pemekaran provinsi, yang mereka butuhkan adalah bisa hidup aman dan nyaman di atas tanahnya sendiri,”

Loading...
;

“Jadi kalau hari ini ada orang yang katakan, jangan kita kotak-kotakkan pemekaran, saya mau katakan bahwa bukan masalah kotak mengkotak, tetapi hari kita harus lihat dimana jumlah OAP sudah mulai berkurang di atas tanahnya sendiri,” katanya.

Menurut Wonda, pemekaran DOB sah-sah saja, tetapi bukan sekarang. Mungkin 10 atau 20 tahun kedepan baru bisa dilakukan pemekaran. Kenapa? Karena populasi orang asli Papua semakin berkurang dan tidak akan memenuhi standar pembentukan provinsi baru.

“Ini bukan masalah setuju atau tidak setuju soal pemekaran, kami sangat senang, bila perlu pemekaran hingga 10 provinsi ditanah ini, asalnya jumlah penduduknya seimbang. Coba lihat saya di depan mata, berapa jumlah orang asli Port Numbay? Sudah cukup kah untuk dilakukan pemekaran?, Jangan buat orang Papua termajinalkan, jangan buat orang Papua tersisih dari tanahnya sendiri,” ujarnya.

Ketua Umum PON Papua Lukas Enembe pun berharap pelaksanaan PON di Papua dapat berjalan sesuai dengan agenda nasional, karena dengan PON maka harkat dan martabat orang Papua akan terangkat dengan sendirinya.

“Kita harus menjadi tuan rumah yang baik. Ramah kepada siapa saja yang datang ke tanah ini. Kita harus tunjukkan kepada dunia luar bahwa kita juga bisa berbuat yang terbaik untuk Indonesia. Kita tidak boleh kalah dari daerah lain. Untuk itu, sukses PON adalah sukses Papua dan suksesnya anak-anak Papua,” katanya belum lama ini. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top