Follow our news chanel

Agenda persidangan satu terdakwa makar Papua di Kaltim ditunda

Salah satu Tapol Papua di Kaltim saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Balikpapan, Selasa (11/2/2020) – Dok. Tim Penasihat Hukum.
Agenda persidangan satu terdakwa makar Papua di Kaltim ditunda 1 i Papua
Salah satu Tapol Papua di Kaltim saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Balikpapan, Selasa (11/2/2020) – Dok. Tim Penasihat Hukum.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Makassar, Jayapura – Agenda persidangan Alexander Gobay, satu di antara tujuh terdakwa makar asal Papua di Kalimantan Timur atau Kaltim ditunda.

Satu di antara penasihat hukum terdakwa, Emanuel Gobay mengatakan agenda persidangan mestinya digelar Selasa (12/5/2020). Akan tetapi setelah persidangan dibuka, persidangan ditunda hingga Rabu (13/5/2020).

Pernyataan itu dikatakan Emanuel Gobay melalui panggilan teleponnya kepada Jubi, Selasa (12/5/2020).

“Saya belum dapat informasi pasti apa alasan penundaan [persidangan Alexander Gobay] hari ini. Kemungkinan ada kaitannya dengan kasus-kasus di Balikpapan sendiri. Agenda persidangan Alex Gobay memasuki tahap pembuktian pemeriksaa saksi ahli dari Jaksa Penuntut Umum,” kata Emanuel Gobay.

Sementara itu menurutnya pada Senin (11/5/2020), merupakan persidangan lanjutan tiga terdakwa makar lainnya, yakni Hengki Hilapok, Buchtar Tabuni dan Irwanus Urobmabin.

Persidangan yang dilakukan melalui telekonferensi itu dengan agenda pemeriksaan saksi ahli Hukum Tata Negara dari JPU untuk terdakwa Hengki Hilapok.

Loading...
;

Untuk Buhctar Tabuni dan Irwanus Urobmabin agendanya adalah pemeriksaan saksi ahli Hak Asasi Manusia, khususnya kebebasan berekspresi yang diajukan penasihat hukum.

“Kendala sidang kemarin masih sama seperti sebelumnya. Kendalanya jaringan internet sering macet dan berpotensi melanggar hak-hak terdakwa dan mempengaruhi jalannya sidang,” ujarnya.

Anggota komisi bidang hukum dan HAM DPR Papua, Laurenzus Kadepa berharap majelis hakim yang menangani perkara tujuh terdakwa makar asal Papua di Kaltim mengadili perkara tersebut secara objektif, dan memutus perkara dengan adil, tanpa unsur politik atau tekanan dari pihak tertentu.

Menurutnya, tujuh terdakwa makar tersebut bukan pihak yang berada di balik demonstrasi mengecam ujaran rasisme di Kota Jayapura pada 29 Agustus 2020, yang meluas menjadi rusuh.

“Aksi itu spontanitas yang dilakukan rakyat Papua mengecam ujaran rasisme dan intimidasi oleh oknum-oknum di Surabaya, Jawa Timur terhadap mahasiswa Papua di sana,” kata Kadepa.

Katanya, penanggung jawab aksi adalah perwakilan mahasiswa Uncen dan USTJ Jayapura. Aksi tak berkaitan dengan ULMWP, KNPB dan AMP seperti yang dituduhkan. Selain itu, tak ada keterlibatan Buchtar Tabuni dan anggota KNPB lainnya sebagai pimpinan aksi seperti yang disangkakan penyidik. (*)

Editor: Edho Sinaga

 

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top