Follow our news chanel

Previous
Next

Air laut Jakarta Utara mencapai 1,5 meter di atas tanah

Reklamasi pantai, pixabay.com
Air laut Jakarta Utara mencapai 1,5 meter di atas tanah 1 i Papua
Reklamasi pantai, pixabay.com

Kenaikan air laut tersebut memiliki dua kemungkinan, pertama tanah Jakarta yang mengalami penurunan atau volume air laut yang semakin tinggi.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut air laut di Jakarta Utara berada 1,5 meter di atas permukaan tanah. Kenaikan air laut tersebut memiliki dua kemungkinan, pertama tanah Jakarta yang mengalami penurunan atau volume air laut yang semakin tinggi.

“Bicara intrusi air laut itu, kita bicara bagaimana satu lapisan air yang datang dari (wilayah Jakarta) selatan ke utara, yang kemudian dari utara bertemu dengan air laut,” kata Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rudy Suhendar, Sabtu, (3/11/2019), kemarin.

Baca juga :Keindahan jembatan, ring road, dan pencemaran air laut di Teluk Youtefa

Masyarakat distrik Waan kaget saat air laut naik

LIPI Siapkan Teknologi Pengelolaan Air Laut di Biak

Loading...
;

Menurut dia, saat tekanan daratan selatan sudah berkurang karena sudah diambil, maka dia akan menekan. “Nah, karakteristik dari lapisan-lapisan batuan di Jakarta itu sendiri terdiri dari beberapa lapis yang memungkinkan terjadinya intrusi,” kata Rudy menambahkan.

Pemanfaatan air tanah secara berlebihan di wilayah Jakarta juga menjadi salah satu penyumbang terjadinya penurunan tanah atau land subsidence dan intrusi air laut. Intrusi air laut terjadi karena menyusupnya air laut ke dalam pori-pori batuan, mengganti air tawar dan mencemari air tanah yang terkandung di dalamnya.

Rudi menjelaskan intrusi air laut dapat terjadi akibat naiknya batas antara permukaan air tanah dengan permukaan air laut ke arah daratan dikarenakan perbedaan tekanan air tanah dengan air laut dan adanya karakteristik lapisan-lapisan batuan.

Permukaan air laut di Jakarta Utara sudah mencapai 1,5 meter di atas permukaan tanah Jakarta Utara. “Di Jakarta Utara bukan berarti tanah disana turun 1,5 meter, bisa juga air lautnya yang naik, jadi saling mendukung di situ,” kata Rudy menjelaskan.

Pemerintah melakukan berbagai langkah untuk mengurangi dampak penurunan air tanah dan intrusi air laut, di antranya membangun beberapa tanggul untuk mencegah air laut masuk ke daratan, pengendalian dari pengaruh manusia terhadap laju penurunan permukaan tanah dengan memperhatikan tumpuan atau pondasi yang harus berada di atas batuan keras, baik itu bangunan berupa gedung, jembatan, sebagai upaya mengantisipasi meningginya air laut.

Menurut Rudy, laju intrusi maupun penurunan air tanah ini masih bisa diperlambat mengingat ada faktor pengaruh manusia yang masih bisa dikendalikan.

“Langkah lainnya adalah pengawasan dan memperketat perijinan jika ada pengajuan pengambilan air tanah,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top