Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

AJI Indonesia: Penangkapan Robertus Robet mengancam demokrasi

Orasi pengajar Universitas Negeri Jakarta Robertus Robert yang diunggah akun youtube jakartanicus - / Dok Youtube.com
AJI Indonesia: Penangkapan Robertus Robet mengancam demokrasi 1 i Papua
Pengajar Universitas Negeri Jakarta Robertus Robert berorasi di Jakarta pada 28 Februari 2019 menolak rencana penempatan perwira TNI dalam jabatan lembaga sipil – Screencapture Youtube.com/jakartanicus

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Aliansi Jurnalis Independen Indonesia menyatakan penangkapan pengajar Universitas Negeri Jakarta Robertus Robet telah mengancam nilai demokrasi di Indonesia. Aliansi Jurnalis Independen Indonesia menyatakan orasi yang disampaikan Robet merupakan kebebasan berekspresi warga negara yang dijamin oleh Pasal 28E ayat (3) Undang-undang Dasar 1945.

Dosen sekaligus aktivis HAM Robertus Robet ditangkap polisi di rumahnya pada Rabu, 6 Maret 2019 sekitar pukul 23.45 WIB. Robet telah ditetapkan tersangka karena dituding menghina TNI saat berorasi di aksi Kamisan, 28 Februari 2019 lalu.

Robet dikenakan Pasal 45 ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) UU No 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11 tahun 2009 tentang ITE dan atau/ Pasal 14 ayat (2) jo Pasal 15 UU No 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 207 KUHP.

Dalam aksi Kamisan pekan lalu, Robert menyoroti rencana pemerintah menempatkan prajurit aktif TNI di jabatan-jabatan sipil. Menurut Ombudsman saat ini sudah ada belasan kementerian lembaga yang diduduki prajurit aktif TNI di luar kementerian lembaga yang dibolehkan dalam Undang-undang nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia berpandangan orasi yang disampaikan Robet merupakan bentuk pelaksanaan hak konstitusional warga negara untuk berekspresi, sebagaimana dijamin pasal 28E ayat (3) Undang-undang Dasar 1945. Penyampaian pendapat juga merupakan bagian dari hak asasi manusia sebagaimana yang tercantum dalam Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia.

AJI Indonesia mengecam penangkapan Robertus Robet yang dinilai tidak memiliki dasar hukum yang jelas. “Apa yang disampaikan Robet adalah kritik terhadap reformasi TNI yang akan terabaikan jika kini Presiden Joko Widodo menempatkan perwita TNI dalam jabatan di lembaga sipil,” kata Ketua AJI Indonesia Abdul Manan saat dihubungi di Jakarta, Kamis (7/3).

Loading...
;

Manan menyatakan AJI Indonesia mendesak polisi segera membebaskan Robertus Robet. “Kami juga mendesak penghapusan seluruh pasal karet dalam Undang-undang ITE maupun Kitab Undang-undang Hukum Pidana yang bisa digunakan untuk mengkriminalisasi para pejuang hak asasi manusia dan jurnalis,” kata Manan. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top