Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Akademisi Uncen: Hewan laut yang terpapar merkuri biasanya tak langsung mati

Akademisi Uncen Jurusan Kelautan dan Perikanan saat memberikan keterangan pers – Jubi/Agus Pabika.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Akademisi Universitas Cendrawasih (Uncen) Jurusan Kelautan dan Perikanan, menanggapi munculnya beberapa gambar yang beredar di media sosial yang memperlihatkan matinya sejumlah biota laut. Dugaan sementara hewan laut itu mati karena terkena merkuri.

Ketua Jurusan Kelautan dan Perikanan Uncen, John Dominggus Kalor mengatakan, informasi itu belum bisa dipastikan kebenarannya. Pasalnya hewan laut yang terpapar merkuri biasanya takkan langsung mati. Apalagi lokasi tumpahan merkuri berjarak cukup jauh dari Papua.

“Hewan yang terkena merkuri tidak langsung mati tapi hewan akan mengalami stres dengan waktu yang lama lalu mati. Jika terakumulasi dalam tubuh ikan dan jenis ikan apa yang bisa sampai, itu hanya ikan – ikan Pelagis besar yang memiliki daya bemigrasi luas. Sementara jika ikan – ikan karang kecil itu mereka tidak mungkin bermigrasi sampai dengan seluas 700 sampai 600 kilometer,” katanya.

Ia menjelaskan, jenis ikan pelagis besar antara lain adalah kelompok Tuna (Thunidae) dan Cakalang (Katsuwonus pelamis), kelompok Marlin (Makaira sp), kelompok Tongkol (Euthynnus spp) dan Tenggiri (Scomberomorus spp),dan cucut ditangkap dengan cara dipancing menggunakan pancing trolling atau tonda (pole and line), rawai (longline).

“Yang harus diwaspadai bila terjadi tsunami atau gelombang membawa arus laut yang akan membawa ikan ke arah Jayapura mungkin hal itu bisa terjadi pencemaran ikan, tetapi jika saat ini kemungkinan besar tidak ada,” katanya.

Ia berharap ada instansi terkait yang  melakukan penelitian soal kualitas air dan juga biota laut. Ia memastikan Uncen bersedia berkolaborasi untuk berbagai penelitian tersebut.

Loading...
;

Sebelumnya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua, F.X Mote mengatakan sampai saat ini belum ada dampak tumpahan merkuri di perairan penangkapan ikan wilayah bagian utara Papua atau Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 717.

“Secara kasat mata belum ada pengaruh, dampaknya, bisa saja ikan mati tapi sampai saat ini belum ada,” kata Mote kepada wartawan di Kota Jayapura, Selasa 19 November 2019.

Sementara letak tumpahan limbah kilang Nikel yang berada di Provinsi Madang (PNG), limbahnya akan menuju ke pantai utara tidak ke pantai selatan.

“Jika seandainya jatuhnya ke pantai utara, maka pada saat jatuh ke laut arus mana yang terjadi pada bulan Agustus akan dipastikan dulu, jika arusnya arus barat, maka airnya akan ke wilayah timur,” katanya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top