Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Akibat APEC, ribuan warga mogok di PNG

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Moresby, Jubi – Ribuan masa turut berpartisipasi dalam mogok satu hari di Papua Nugini, memprotes pembelian puluhan mobil Maserati oleh pemerintahnya untuk memfasilitasi konferensi APEC bulan depan.

Protes itu dijadwalkan setelah terungkap, awal bulan ini, bahwa pemerintah negara di barat daya Samudra Pasifik itu membeli sekitar 40 mobil mewah, dan kemudian tiga mobil Bentleys, untuk mengantarkan atase negara-negara yang datang selama pertemuan pemimpin multilateral, APEC, di ibukota Port Moresby.

Akibat APEC, ribuan warga mogok di PNG 1 i Papua

Marah akibat pembelanjaan yang terlalu berlebihan itu, anggota-anggota parlemen (MP) oposisi mengumumkan Jumat lalu (26/10/2018) sebagai hari protes nasional, meminta agar orang PNG berhenti kerja hari itu dan tinggal di rumah. Mereka yang turut mogok dilaporkan termasuk sopir-sopir transportasi umum dan taksi serta staf bandara.

Bryan Kramer, MP dari Madang, mengatakan mogok itu telah berhasil dan hanya ada ‘sedikit lalu lintas di jalan raya’, selama waktu puncak kesibukan Port Moresby Jumat pagi.

“Bagi kalian yang pergi bekerja hanya untuk menemukan bahwa banyak rekan kerja kalian tinggal di rumah, saya sarankan untuk meminta atasan kalian agar memperbolehkan bekerja setengah hari, tidak ada gunanya bekerja jika setengah dari seluruh tenaga kerja tinggal di rumah,” katanya.

Martyn Namorong, seorang komentator PNG terkenal dan salah satu panitia protes, berkata pagi itu ‘terasa seperti Minggu’ di Port Moresby.

Loading...
;

Di bagian utara negara itu, sopir-sopir bis menolak untuk pergi bekerja di Wewak, sementara di kota terbesar kedua di PNG, Lae, banyak orang yang memilih untuk tidak bekerja, dan alih-alih pergi ke acara pameran pertanian kota itu.

Boikot itu didukung oleh sejumlah serikat pekerja, termasuk serikat pekerja bank dan lembaga-lembaga keuangan PNG.

“Pembayar pajak adalah… pemangku kepentingan yang penting, sehingga memiliki hak yang kuat untuk mengetahui bagaimana kontribusi mereka ke ekonomi negara, dalam bentuk pajak langsung, dibelanjakan oleh pemerintah,” kata presiden PNG Banks and Financial Institutions Workers Union, Killie Sapu.

Namorong juga menambahkan bahwa ini bukan protes terhadap KTT itu.

“Ini adalah protes terhadap korupsi yang terkait dengan penyelenggaraan APEC. Ini bukan protes terhadap para pemimpin dunia, ini adalah protes terhadap politisi kita yang korup dan tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Selain sebagai tuan rumah APEC, pemerintah PNG juga masih berurusan dengan pemulihan setelah gempa dahsyat, kelangkaan obat tingkat nasional, wabah polio, dan memburuknya TB di samping tingginya tingkat kemiskinan.

Sekretaris Utama Isaac Lupari mengatakan pegawai negeri harus tetap melapor untuk bekerja (the Guardian News)

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top