Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Aksi Black Lives Matter di Australia singkap sejarah perbudakan Kepulauan Pasifik

papua
Puluhan ribu orang Kepulauan Pasifik dibawa ke Australia pada 1800-an untuk bekerja di perkebunan kapas dan tebu di Queensland. - Pacific Beat
| Papua No.1 News Portal | Jubi

Brisbane, Jubi – Anggota komunitas South Sea Islander di Australia, keturunan dari orang-orang Kepulauan Pasifik berkulit hitam, berkata mereka kecewa dengan komentar Perdana Menteri negara itu, Scott Morrison, pekan lalu di mana dia berkata ‘tidak ada perbudakan’ dalam sejarah negara itu.

Puluhan ribu orang dari Kepulauan Pasifik dibawa ke Australia pada 1800-an, untuk bekerja di perkebunan kapas dan tebu di Queensland, seringkali dengan cara paksa atau dijebak, yang dikenal sebagai blackbirding.

Isu sejarah perbudakan di Australia muncul sebagai bagian dari protes Black Lives Matter yang telah diadakan di seluruh dunia, dan termasuk di Australia, dan telah membongkar rasisme dan diskriminasi yang masih dihadapi oleh komunitas orang kulit hitam.

Aksi Black Lives Matter di Australia singkap sejarah perbudakan Kepulauan Pasifik 1 i Papua

Pernyataan PM Morrison telah ditolak oleh beberapa pakar sejarah dan seorang senator dari partai buruh di oposisi, Pat Dodson, yang merupakan seorang pribumi Australia dari Yawuru.

“Orang-orang Kepulauan Laut Selatan semua adalah buruh di perkebunan kapas dan tebu, dan kemudian sebagian dari mereka dikirim, dikembalikan ke Kepulauan Pasifik,” katanya.

“Apa pun pengalaman Morrison, dia harus benar-benar mempelajari sejarah Australia.”

Seorang pria campuran Pribumi Australia dan Kepulauan Laut Selatan, Robbie Mann setuju, dan berkata kepada Pacific Beat bahwa ia kecewa dengan komentar PM Morrison.

Loading...
;

“Ada ketakpedulian yang terus berlanjut tentang sejarah ini,” tuturnya. “Untuk dapat maju bersama, kita perlu mengakui apa yang telah terjadi.”

Mann mengatakan dampak dari blackbirding bagi komunitasnya itu sangat buruk. “Bahasa, budaya, dan tradisi telah dirampas… kita hanya tahu cara hidup orang kulit putih,” katanya.

Robbie Mann sendiri menghadiri aksi Black Lives Matter di Brisbane akhir pekan lalu, dan berkata bahwa gerakan tersebut telah menunjukkan betapa mendesaknya upaya untuk menghadapi isu-isu rasial di negara itu. (Pacific Beat)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top