Aksi damai peringati Kemerdekaan West Papua di Sorong berujung penangkapan

Papua
Kondisi bentrok antara polisi dan massa aksi damai di Kota Sorong - relawan LBH Kaki Abu, Johan Djamanmona.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Sorong, Jubi – Aksi damai memperingati hari ulang tahun kemedekaan bangsa West Papua yang jatuh pada tanggal 27 November memanas setelah dibubarkan aparat gabungan.

Maikel Howay, satu di antara dari massa aksi mengatakan bahwa sebelumnya sudah ada pembicaraan dengan pihak aparat bahwa massa akan melakukan long march menuju ke kantor Wali Kota Sorong secara damai.

Ketika long march hendak dilakukan, aparat gabungan dari kepolisian dan TNI justru menghadang dan menembakkan gas air mata ke massa. Mereka juga membubarkan aksi dengan kekerasan.

Kata dia, sejumlah atribut yang digunakan dalam aksi dirampas dan dirobek oleh aparat, dan salah satu massa aksi yang hendak mengambil video pembubaran juga dipukul oleh aparat. Sedangkan ada sekitar 5 orang yang belum diketahui identitasnya ditahan oleh aparat kepolisian saat ini.

“Massa mulai terpancing setelah melihat tindakan aparat kepolisian yang menarik dan memukul salah seorang massa aksi dan juga salah satu orang tua kami yang diseret oleh aparat untuk di naikan ke mobil dalmas sehingga kami langsung melakukan perlawanan,” kata Maikel seperti dilaporkan relawan LBH Kaki Abu, Johan Djamanmona kepada Jubi.

Aparat kepolisian yang membentuk blokade sambil bergerak maju menembakan gas air mata tanpa henti hingga salah seorang pemuda sempat terkena tembakan gas air mata di bagian dada dan langsung terjatuh.

“Sedangkan aparat mendatangkan watter cannon untuk membubarkan massa aksi yang melakukan perlawanan hingga lebih kurang pukul 15.00 WP (Waktu Papua) massa aksi dipukul mundur oleh aparat,” ujarnya.

Loading...
;

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 36 orang berhasil diamankan oleh Polisi setelah terlibat dalam aksi serentak di Manokwari dan Kota Sorong, Papua Barat, Jumat (27/11/2020).

Juru bicara Polda Papua Barat, AKBP Adam Erwindi, dalam keterangan persnya kepada awak media di Papua Barat, membenarkan adanya aksi yang digelar kelompok warga di dua titik yakni Manokwari dan Kota Sorong untuk memperingati hari ulang tahun West Papua New Guinea National Congress (WPNGNC)

“Kami amankan 36 orang dalam aksi di dua titik, yaitu Manokwari 29 orang dan kota Sorong 7 orang. Mereka diamankan untuk dimintai keterangan,” ujar Erwindi.

Di Manokwari, titik aksi terpusat di kelurahan Amban, diamankan oleh personel Polres Manokwari di beckup Brimob Polda Papua Barat untuk membubarkan aksi tersebut karena dinilai mengganggu ketertiban umum, serta tak berizin, serupa dengan aksi di depan Ramayana kota Sorong.

“Aksi itu dibubarkan, karena mengganggu ketertiban umum di jalan, dan aksi itupun tidak melayangkan pemberitahuan kepada pihak kepolisian serta tidak ada penanggung jawab dalam aksi tersebut,” ujar Erwindi.

Erwindi mengakui, sampai saat ini proses pemeriksaan terhadap 36 orang masih dilakukan oleh penyidik.

“Sementara penyidik masih mendalami peran masing-masing-masing-masing 29 orang di Manokwari dan 7 orang di Kota Sorong. Bila ada unsur tindak pidana, akan kami proses lanjut,” tukasnya.

Sementara, Kapolres kota Sorong, AKBP Arinyoto, mengatakan pasca pembubaran massa aksi, situasi di kota Sorong telah kondusif. Sementara proses pemeriksaan 7 orang masih berlangsung.

“Situasi di kota Sorong sudah kondusif, 7 orang masih dalam pemeriksaan,” ujar Arinyoto dibenarkan Jubir Polda Papua Barat, AKBP Adam Erwindi. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top