HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Water canon hentikan aksi mahasiswa Papua di Bali

Aksi mahasiswa Papua
Aksi mahasiswa Papua di Bali untuk memperingati 22 tahun peristiwa Biak Berdarah - LBH Bali

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Polisi dilaporkan menggunakan water canon pada para aktivis selama demonstrasi damai yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Denpasar, Senin (6/7/2020). Selain itu, dilaporkan juga dugaan serangan fisik terhadap beberapa peserta aksi, yang memperingati peringatan 22 tahun Peristiwa Biak Berdarah.

Sejumlah video yang diunggah ke Facebook oleh AMP menunjukkan saat-saat ketika water canon dikerahkan untuk menghadapi para aktivis.

Ni Kadek Vany Primaliraning, yang mengepalai Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di Bali kepada coconuts.co mengatakan bahwa polisi memblokir peserta aksi, mengambil beberapa barang mereka dan mengganggu massa aksi. Dia juga mengkonfirmasi bahwa beberapa peserta dipukuli dan ditembaki dengan water canon.

“Ini berlebihan, terutama karena pihak berwenang menggunakan kekerasan,” kata Vany.

Lusinan orang yang tampaknya ikut serta dalam aksi itu, yang diselenggarakan untuk memperingati peringatan 22 tahun Biak Berdarah, salah satu dari beberapa pelanggaran HAM di Papua yang masih belum terselesaikan hingga hari ini.

Sayangnya, represi sering terjadi pada protes yang diadakan oleh orang Papua atau tentang masalah yang berkaitan dengan Papua. Tahun lalu, aktivis AMP juga bentrok dengan organisasi lokal dan pecalang (pasukan keamanan tradisional Bali) dalam demonstrasi serupa, dimana polisi dilaporkan hanya berdiri dan menonton.

Pada 6 Juli 1998, pasukan keamanan Indonesia melancarkan serangan terhadap para demonstran yang ambil bagian dalam demonstrasi damai beberapa hari sebelumnya yang menyaksikan pengibaran bendera Bintang Kejora di Biak, Papua. Delapan orang dilaporkan terbunuh pada hari itu sementara beberapa lainnya terluka, dengan tiga orang lainnya hilang dan belasan lainnya ditahan secara sewenang-wenang. Aktivis juga mengatakan bahwa sekitar 150 orang disiksa dan 32 orang tewas secara misterius.

Loading...
;

Tahun ini, salah satu tuntutan pemrotes adalah agar negara Indonesia bertanggung jawab atas pembantaian Biak, bersama dengan pelanggaran HAM lainnya yang terjadi di Papua.

Papua adalah koloni Belanda sampai awal 1960-an, ketika negara itu mendeklarasikan dirinya sebagai negara merdeka pada tahun 1961. Indonesia mengambil alih wilayah ini dengan paksa pada tahun 1963 dan secara resmi mencaploknya dengan referendum yang didukung PBB pada tahun 1969 yang secara luas dipandang sebagai manipulasi sejarah. (*)

Editor : Victor Mambor

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top