Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Aksi penolakan indikasikan kegagalan Otsus Papua

Papua
Mahasiswa Tolikara, Papua saat melakukan aksi tolak otsus beberapa waktu lalu di Jayapura - Jubi/Yuliana Lantipo

Papua No.1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Gelombang penolakan terhadap rencana perpanjangan masa otonomi khusus di Papua harus menjadi catatan serius bagi pemerintah pusat maupun daerah. Itu mengindikasikan kegagalan kebijakan tersebut.

“Rencana Otsus (Otonomi Khusus) Papua Jilid II menuai pro-kontra (di kalangan masyarakat) bahkan sampai ada yang menuntut (pelaksanaan) referendum (terhadap kedaulatan Papua). Bagi saya, (polemik tersebut) sah-sah saja,” kata Tokoh Masyarakat Suku Marind Tarsius Rahailyaan, Rabu (12/8/2020).

Rahailyaan mengaku menjadi salah seorang saksi hidup dalam sejarah awal pencanangan Otsus Papua. Namun, dia bingung terhadap skema pemberdayaan terhadap Orang Asli Papua (OAP) yang dijalankan dalam Program Otsus Papua selama ini.

Aksi penolakan indikasikan kegagalan Otsus Papua 1 i Papua

Hal tersebut menurutnya, harus menjadi bahan pertimbangan sebelum pemerintah memutuskan melanjutkan kebijakan Otsus Papua. “Saya minta para tokoh maupun elit politik tidak memprovokasi (warga) melalui pernyataan yang menimbulkan kegaduhan. (Para elit) seharusnya bersikap bijaksana dalam melihat persoalan (polemik rencana pemberlakuan) Otsus Papua Jilid II.”

Rahailyaan tidak menampik masih terjadi pelanggaran terhadap hak asasi manusia, dan ketidaktransparan dalam pengelolaan dana Otsus Papua. Karena itu, dia meminta Presiden Joko Widodo membuka ruang dialog guna mencari solusi atas polemik terhadap rencana kelanjutan Otsus Papua.

Gelombang protes terhadap rencana pemberlakuan Otsus Papua Jilid II, salah satunya disuarakan para mahasiswa Anim Ha yang berkuliah di Sulawesi Selatan. “Kami menolak karena Otsus Papua selama ini tidak memberikan kontribusi (terhadap kesejahteraan) OAP,” kata Dominikus Cambu, Koordinator Aksi Mahasiswa Anim Ha di Sulawesi Selatan. (*)

 

Loading...
;

Editor: Aries Munandar

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top