Aksi peringatan Biak Berdarah di Surabaya dijaga ketat oleh polisi

Aksi Peringatan Biak Berdarah, Papua
AMP Komite Surabaya pada Selasa (6/7/2021) menggelar aksi damai untuk memperingati peristiwa Biak Berdarah yang terjadi pada 6 Juli 1998. - Dok AMP

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Aliansi Mahasiswa Papua atau AMP Komite Surabaya pada Selasa (6/7/2021) menggelar aksi damai untuk memperingati kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia Biak Berdarah yang terjadi pada 6 Juli 1998. Aksi peringatan itu dijaga ketat oleh polisi, sehingga para peserta aksi tidak bisa membagikan selebaran yang berisi tuntutan aksi mereka.

Juru bicara aksi peringatan Biak Berdarah di Surabaya, Nelvin Walela menyatakan sejak pukul 08.24 WIB, 24 mahasiswa asal Papua telah berkumpul di Monumen Kapal Selam (Monkasel), Kota Surabaya. Massa peserta aksi itu akan berjalan kaki menuju Grahadi yang berjarak sekitar 1 kilometer, untuk berorasi dan membacakan pernyataan sikap di sana.

“Namun di Monkasel sudah ada sekitar 40 polisi, [baik yang berseragam ataupun] intel berpakaian preman. Juga ada polisi yang sepeda motor berpakaian lengkap, dan mobil Polisi Lalu Lintas,” kata Nelvin saat dihubungi melalui panggilan telepon pada Selasa.

Baca juga: Komnas HAM Papua sebut kasus Biak Berdarah jadi utang negara

Nelvin mengatakan pada pukul 08.30 WIB, para peserta aksi memulai longmarch menuju Grahadi. “Massa tiba di Grahadi sekitar pukul 08.55 WIB. Akan tetapi, polisi menutup jalan di lokasi aksi, sehingga tidak ada satu pun kendaraan yang melintas. Negosiasi sudah dilakukan, agar pengguna jalan diizinkan lewat lokasi aksi, namun tidak respon,” kata Nelvin.

Akibatnya, para peserta aksi peringatan Biak Berdarah itu gagal menyebarkan selebaran tuntutan aksi mereka. Meskipun demikian, para peserta aksi bisa berorasi di sana. Sekitar pukul 09.40 WIB, para peserta aksi akhirnya kembali melakukan longmarch menuju Monkasel.

Koordinator lapangan aksi itu, Ever Walela mengatakan peserta aksi tiba di Monkasel sekitar pukul 10.05. Kondisi jalan raya di sana sepi, karena akses jalan juga ditutup. “Pada jam 11.00 WIB, kawan-kawane membacakan pernyataan sikap dan bergerak kembali ke Asrama Mahasiswa Papua Kamasan Surabaya,” katanya.

Loading...
;

Dalam perjalanan pulang, para peserta aksi sempat membagikan selebaran tuntutan aksi mereka kepada pengguna jalan. “Pada pukul 11.30, kami selesai membagi selebaran, dan aksi pun selesai,” kata Ever. (*)

Ralat: Pemberitaan ini diperbaiki pada 6 Juli 2021 pukul 19.17 WP. Dalam pemberitaan awal tertulis “Juru bicara aksi peringatan Biak Berdarah di Surabaya, Nelvin Nawipa”, informasi itu diperbaiki menjadi “Juru bicara aksi peringatan Biak Berdarah di Surabaya, Nelvin Walela”. Kami memohon maaf atas kesalahan tersebut. 

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top