Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Aksi protes damai di Lebanon berubah rusuh

Ilustrasi, pixabay.com
Aksi protes damai di Lebanon berubah rusuh 1 i Papua
Ilustrasi, pixabay.com

Puluhan orang terluka setelah pasukan keamanan Lebanon menggunakan pentungan dan gas air mata untuk secara paksa membubarkan demonstrasi.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Beirut, Jubi – Aksi protes damai di Lebanon berubah menjadi kekerasan saat malam kedua pada Rabu (15/1/2020). Kondisi itu membuat puluhan orang terluka setelah pasukan keamanan Lebanon menggunakan pentungan dan gas air mata untuk secara paksa membubarkan demonstrasi.

Lebanon diguncang gelombang protes, yang sebagian besar berlangsung damai, terhadap elite negara itu hingga memaksa Perdana Menteri Saad al-Hariri mengundurkan diri pada 29 Oktober dan mendorong negara itu lebih dalam ke dalam ke jurang krisis ekonomi.

Baca juga : Demonstran Irak bakar pos keamanan Kedubes AS

Demonstran di Beirut dihujani tembakkan gas air mata

Demonstran Sudan desak pembubaran partai yang pernah berkuasa

Loading...
;

Sehari sebelumnya, pada Selasa malam, kerusuhan meletus di kawasan Hamra Beirut. Kaca bagian depan gedung-gedung hancur dan batu-batu dilemparkan ke pasukan keamanan, yang membalas dengan menembakkan gas air mata.

Kerusuhan berlanjut pada Rabu ketika demonstran antipemerintah melemparkan batu dan petasan ke arah pasukan keamanan di luar kantor polisi Beirut, tempat beberapa demonstran ditahan dari malam sebelumnya. Polisi membubarkan protes dengan menggunakan pentungan dan gas air mata.

Palang Merah Lebanon mengatakan 45 orang telah terluka, 35 di antaranya telah dipindahkan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Pasukan keamanan juga mencederai wartawan video Reuters. Wartawan tersebut dirawat di rumah sakit dan kemudian dipulangkan. Lembaga penyiaran Lebanon Al Jadeed dan MTV mengatakan masing-masing satu juru kamera mereka juga terluka oleh pasukan keamanan.

Pasukan keamanan dalam negeri Lebanon belum menanggapi permintaan komentar. Namun dalam sebuah pernyataan, menteri dalam negeri sementara, Raya al-Hassan, mengutuk kekerasan itu dan meminta para demonstran untuk tetap damai.

“Kami tidak terima ada wartawan, yang melakukan tugas mereka untuk meliput peristiwa dan perkembangan, diserang, kita juga tidak terima bahwa pasukan keamanan yang menjaga keamanan diserang,” kata Hassan.

Sejak Hariri mengundurkan diri, negara itu belum membuat rencana penyelamatan ekonomi atau menyepakati pemerintah baru. (*)

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top