Aktivis khawatir peleburan ke Dinkes pengaruhi kinerja KPA

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Rencana peleburan Komisi Penanggulangan HIV dan AIDS ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Papua dikhawatirkan berdampak pada program-program kerja lembaga itu.

Salah satu aktivis HIV dan AIDS di Papua, Julia Petra mengatakan, tidak menutup kemungkinan hal itu bisa saja terjadi. Menangani masalah HIV dan AIDS kata dia, butuh keseriusan dan niat. Tidak bisa setengah-setengah. Perlu dukungan semua pihak, terutama pemerintah dalam hal penganggaran.

"Saya juga baru tahu wacana itu. Tapi kalau KPA dilebur ke dinas kesehatan, bisa saja berdampak pada program mereka. Ini tergantung pihak terkait. Kalau mereka benar-benar mau serius, saya pikir tidak ada masalah," kata mantan Ketua Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) Papua itu ketika dihubungi Jubi, Selasa (25/4/2017).

Menurutnya, Gubernur Papua, Lukas Enembe memang berkomitmen meminimalisir penyebaran HIV dan AIDS di provinsi paling timur Indonesia. Namun komitmen tersebut perlu didukung pihak yang ada dalam jajaran Pemprov Papua.

Namun kata dia, selama ini selain KPA ada beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang fokus penanganan HIV dan AIDS.

"Selain KPA, kan ada beberapa LSM yang juga bergerak dibidang HIV dan AIDS. Misalnya YPKM dan Yayasan Harapan Ibu (YHI)," ujarnya.

Loading...
;

Sementara Direktur Yayasan Pengembangan Kesehatan Masyarakat (YPKM) Papua, Tahi G Butarbutar mengatakan, ia tidak bisa berkomentar terkait hal itu.

"Alangkah baiknya tanyakan kepada pihak KPA Papua langsung atau Dinas Kesehatan Papua. Kalau saya tanya hal yang lain saja," katanya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua mengklaim, telah menemukan sebanyak 26 ribu lebih kasus baru penderita HIV dan AIDS tahun ini. Jumlah tersebut meningkat dari temuan setahun sebelumnya yang mencapai 25.125 penderita.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Drg Aloysius Giyai mengatakan, jumlah yang baru terdata ini adalah pengidap lama. Meski demikian, secara umum tren laju epidemi HIV dan AIDS di Papua sudah mulai menurun.

Daerah yang terdapat temuan kasus baru antara lain, Jayawijaya, Merauke, Nabire, Kota Jayapura dan Mimika. Angka temuan kasus baru terbanyak di Mimika dan Jayawijaya. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top