Follow our news chanel

Aktivis mahasiswa dikeroyok, LBH-Kaki Abu: Polisi sewenang-wenang

Abdul Kadir Loklomin usai memberikan kuasa kepada LBH-Kaki Abu – Jubi/Bastian.
Aktivis mahasiswa dikeroyok, LBH-Kaki Abu: Polisi sewenang-wenang 1 i Papua
Abdul Kadir Loklomin usai memberikan kuasa kepada LBH-Kaki Abu – Jubi/Bastian.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi –  Seorang aktivis mahasiswa dan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Abdul Kadir Loklomin, jadi korban aniaya dari dua anggota polisi di dalam ruang SPKT Polres Sorong Kota, Senin malam  (30/3/2020).

Kejadian ini bermula saat Loklomin menolak membuat laporan polisi terkait insiden pemalakan yang dialami oleh kedua saudarinya. Ia beralasan kinerja Polres Sorong Kota yang kurang efektif.

Adu mulut tak terelakkan, hingga terjadi pengeroyokan oleh anggota kepolisian yang menyebabkan Abdul mengalami luka.

“Saya nilai kinerja Polres Sorong tidak efektif dalam menyelesaikan masalah,” kata Abdul kepada Jubi saat pembuatan kuas di Kantor LBH-Kaki Abu, Selasa (31/3/2020).

Alasannya tak membuat laporan karena ada seorang temannya yang menjadi korban penganiayaan yang dilakukan anggota kepolisian pada saat bersama-sama melakukan aksi penolakan RUU Omnimbus Law. Tapi, laporan itu tidak ada perkembangan hingga saat ini.

“Saya pikir wajar jika saya menolak karena itu hak saya, tetapi kenapa penolakan itu harus dibantah oleh Kasat Binmas (Mohamad Sad Bugis). Para anggota yang ada saat itu juga mempersoalkan orasi saya yang pada saat aksi saya yang mengucapkan selamat datang dan selamat tinggal untuk Kapolres Sorong kota karena anak buahnya yang tidak melakukan sesuatu sesuai tugasnya sebagai pelindung dan pengayom bagi masyarakat,” tuturnya.

Loading...
;

“Ini berarti ada sesuatu yang tidak benar sehingga mahasiswa dilarang untuk mengoreksi kinerja kepolisian,” tambah Abdul.

Sebelumnya , pada Jumat 20 Maret lalu, Abdul Kadir Loklomin bersama aktivis HMI lainnya melakukan aksi di depan kantor Polres Sorong Kota menuntut Kapolres segera menyelesaikan kasus yang dialami salah satu teman mereka yang yang mengalami luka bakar saat anggota Kepolisian Polres Sorong Kota mencoba membubarkan aksi penolakan RUU Omnimbus Law yang dilakukan HMI Kota Sorong, Senin (16/03/2020).

Ia berharap, kuasa hukum dari LBH-Kaki Abu dapat menyelesaikan masalah ini agar menjadi pelajaran bagi setiap anggota kepolisian dalam menjalankan tugas.

“Supaya tidak sewenang-wenang terhadap mahasiswa, masyarakat dan siapapun  serta persoalan seperti ini tidak terulang kembali,” kata Loklomin.

Kuasa hukum Loklomin, Nando Ginuny mengatakan, jika melihat dari alurnya, maka ini merupakan kasus pidana murni karena pengeroyokan yang dilakukan oleh dua orang aparat kepolisian di dalam kantor kepolisian sendiri yang seharusnya mengayomi masyarakat.

Ginuny menjelaskan kasus ini merupakan keterkaitan dari kasus sebelumnya karena sebelum korban dipukul ada lontaran bahasa yang tidak seharusnya dikeluarkan oleh aparat kepolisian.

“Apabila kasus ini tidak ditangani secara baik maka akan ada dampak lain akibat dari perkataan yang tidak menyenangkan oleh Kasat Binmas dihadapan korban dan teman-temannya. Padahal korban hanya datang karena dianjurkan oleh anggota polisi, juga karena korban awalnya memang menolak untuk membuat laporan polisi, hal itu wajar karena konsekuensinya kembali kepada korban,” katanya. (Bastian Djamanmona)

Editor: Edho Sinaga

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top