Aktivis Patani: Patani Harus Belajar Diplomasi dari Papua

Mantan aktivis Persekutuan Mahasiswa, Anak Muda dan Siswa Patani (PerMAS), Arfan Wattana - Jubi/Arjuna
Mantan aktivis Persekutuan Mahasiswa, Anak Muda dan Siswa Patani (PerMAS), Arfan Wattana – Jubi/Arjuna

Pattani/Thailand, Jubi – Sama seperti Papua, Patani, tiga provinsi di selatan Thailand yakni Pattani, Narathiwat, Yala, dan empat distrik dalam Songkla merupakan wilayah pemerintahan kerajaan Thailand yang penduduknya sebagaian besar merupakan masyarakat melayu, juga melakukan gerakan perlawanan terhadap pemerintah kerajaan Thailand.

Ketidak adilan, dan perampasan hak – hak dasar mereka, menjadi alasan menentang pemerintah. Namun para aktivis setempat menilai, perjuangan masyarakat Patani perlu belajar banyak dari Papua, terutama dalam hal diplomasi.

“Saya tak tahu pasti kondisi di Papua seperti apa, karena saya belum pernah ke Papua. Tapi, saya menilai, diplomatis Papua lebih kuat dari Patani. Saya sudah sering dengar issu Papua di berbagai forum internasional. Sepertinya Patani harus belajar dari Papua,” kata salah satu mantan aktivis Persekutuan Mahasiswa, Anak Muda dan Siswa Patani (PerMAS), Arfan Wattana ketika berbincang dengan Jubi, Sabtu (15/8/2015).

Menurutnya, ia banyak mengetahui informasi Papua dari media sosial dan berbagai media lainnya. Ia juga mengenal beberapa anak Papua yang pernah ke Patani.

“Saya sering ikuti di sosial media dan lainnya, diplomasi Papua ke luar negeri sangat kuat. Begitu juga dukungan negara luar terhadap Papua. Saya ada kenal teman dari Papua dan juga pernah melihat berbagai photo kekerasan di Papua, meski berbeda agama, tapi secara manusiawi, saya tak setuju dengan hal seperti itu,” ucapnya.

Katanya, sama seperti Papua, rakyat melayu Patani ingin merdeka dari pemerintahan kerajaan Thailand. Perampasan hak – hak dasar, dan penindasan pemerintah kerajaan Thailand terhadap masyarakat melayu Patani mengobarkan api perlawanan rakyat Patani. Namun mereka tak bersuara secara lantang, karena takut ditangkap, diintimidasi atau ditembak militer.

“PerMAS pernah mengadakan forum terbuka yang dihadiri kurang lebih 8.000 masyarakat melayu Patani. Kami melakukan survei dan menanyai masyakat apakah mereka memilih otonomi atau merdeka. Sebagian besar memilih merdeka,” katanya.

Loading...
;

Sekjen Intellectual of Patani (Insouth), Chareef Said mengatakan hal yang sama. Katanya, issu Papua sangat kuat di luar negeri. “Makanya kami di Patani juga harus belajar banyak,” kata Chareef. (Arjuna Pademme)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top