HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Aktivis warga AS meninggal di penjara Mesir

Ilustrasi tahanan Papua
Ilustrasi tahanan, pixabay.com
Aktivis warga AS meninggal di penjara Mesir 1 i Papua
Ilustrasi tahanan, pixabay.com

Pegiat HAM menyebutkan Presiden Abdel Fattah al-Sisi mengawasi penindakan keras terhadap kebebasan di Mesir sejak dilantik pada 2014.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Washington, Jubi – Amerika Serikat membenarkan kematian Moustafa Kassem, seorang  aktivis Ihwanul Muslim keturunan Mesir yang sejak 2013 lalu.  Kematian Kassem membuat AS berjanji akan terus meningkatkan keprihatinan Washington atas catatan HAM yang buruk di Kairo.

“Hari ini saya begitu sedih untuk mengetahui kematian warga negara AS, Moustafa Kassem, yang mendekam di penjara Mesir,” kata Asisten Sekretaris Urusan Timur Dekat, David Schenker kepada Departemen Luar Negeri, pada Senin, (13/1/2020).

Baca juga : Mesir keluar dari koalisi keamanan anti-Iran

Mesir eksekusi sembilan orang dalam kasus pembunuhan Jaksa

Sarapan dengan wanita Saudi, pria Mesir ini terancam dipenjara

Loading...
;

Kematiannya Kassem di penjara dinilai sia-sia, tragis seharusnya dapat dihindari. “Saya akan terus meningkatkan keprihatinan serius kami atas hak asasi manusia dan warga Amerika yang ditahan di Mesir di setiap kesempatan,” kata Schenker menambahkan.

Kassem divonis penjara pada September 2018, bersama dengan puluhan lainnya terkait aksi duduk 2013 yang berujung pada tewasnya ratusan pengunjuk rasa di tangan pasukan keamanan.

Vonis, yang mencakup hukuman penjara lebih dari 600 orang lainnya, mengakhiri persidangan massal orang-orang yang dituduh membunuh dan menghasut kekerasan selama aksi protes Ikhwanul Muslimin di alun-alun Rabaa Adawiya di Kairo. Washington merupakan sekutu Barat terdekat Kairo sekaligus salah satu pendonor bantuan utama mereka.

Pegiat HAM menyebutkan Presiden Abdel Fattah al-Sisi mengawasi penindakan keras terhadap kebebasan di Mesir sejak dilantik pada 2014. Sisi dan para pendukungnya mengatakan langkah itu diperlukan untuk menjaga kondisi stabil Mesir dan untuk melawan ancaman dari kelompok gerilyawan. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top