Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

Para tokoh agama yang melakukan pertemuan bersama Bupati Merauke, Romanus Mbaraka, dan Wakil Bupati H. Riduwan. – Jubi/Frans L Kobun

Aktivitas rumah ibadah diharap ditiadakan seiring lonjakan Covid-19

Papua No.1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi- Jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Merauke terus mengalami peningkatan. Hingga hari ini, jumlah yang terpapar Covid-19 mencapai 447 orang, sedangkan yang meninggal dunia sebanyak 81 orang.

Dengan meningkatkan pasien Covid-19, Bupati Merauke, Romanus Mbaraka dan Wakil Bupati Merauke, H. Riduwan mengundang para tokoh agama untuk melakukan pertemuan, di ruang rapat Auditorium Kantor Bupati, Senin (12/7/2021).

Dalam pertemuan itu, Vikaris Jendral (Vikjen) Keuskupan Agung Merauke, Pastor Hengky Kariwob, MSC mengusulkan agar aktivitas ibadah di gereja, masjid, maupun pura ditiadakan sementara waktu.

“Pelaksanaan ibadah lebih baik melalui live streaming. Itu dengan tujuan menghindari kumpulan umat. Jika suasana sudah normal kembali, di mana kasus Covid-19 turun, baru bisa berkumpul untuk ibadah seperti biasa,” katanya.

Lebih lanjut Vikjen mengatakan, dibandingkan dengan munculnya Covid-19 pertama 2020 silam, langsung disikapi dengan cepat antara pemeritah bersama tokoh agama. Di mana saat itu dikeluarkan surat edaran untuk tidak melakukan ibadah di gereja, masjid, dan pura.

“Sehingga sistem yang digunakan saat itu adalah live streaming di rumah ibadah. Kebijakan dan kesepakatan diambil bersama hingga sampai situasi normal.”

Untuk situasi sekarang, jelas Vikjen, lebih berbahaya karena angka pasien Covid-19 yang dirawat maupun yang meninggal terus mengalami peningkatan.

Loading...
;

“Betul bahwa Bupati Merauke telah mengeluarkan surat edaran terkait pembatasan umat di rumah ibadah. Hanya bagi saya itu agak longgar. Lebih tepat kalau ibadah di gereja, masjid, maupun pura dihentikan sementara waktu dan hanya dengan live streaming,” pintanya.

Ditambahkan, jika ibadah tetap dilakukan di tengah situasi begini, tidak menutup kemungkinan akan terjadi penyebaran.

“Olehnya saya meminta adanya kesepakatan kita bersama tokoh agama. Sehingga dapat ditindaklanjuti pemerintah dengan mengeluarkan surat edaran,” ujarnya.

Wakil Bupati Merauke, H. Ruduwan mengatakan, pemerintah akan mempertimbangan sekaligus mengkaji lagi berbagai masukan yang disampaikan tokoh agama.

“Nanti ada keputusan yang dikeluarkan oleh Bupati Merauke, Romanus Mbaraka,” sampainya. (*)

 

Editor: Dewi Wulandari

Scroll to Top