HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Aktivitas tambang di Kabupaten Limapuluh Kota menimbulkan tanah retak

Papua
Ilustrasi retak akibat gempa, pixabay.com
Aktivitas tambang di Kabupaten Limapuluh Kota menimbulkan tanah retak 1 i Papua
Ilustrasi retak pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sarilamak, Jubi – Aktivitas tambang yang diperparah intensitas hujan yang tinggi membuat tanah di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mengalami retakan selebar satu meter. Sejumlah retakan itu terdiri di kawasan Jorong Batu Hampa, Jorong Simpang Tiga dan  Kenagarian Koto Alam.

“Retakan tanah ini kurang lebih sepanjang 300 meter. Selain aktivitas pertambangan yang menggunakan bahan peledak, juga diperparah intensitas hujan yang tinggi,” kata seorang warga Jorong Polong Dua, llham Uwo, Kamis, (12/12/2019).

Baca juga : Polisi telusuri penambangan emas ilegal Tambrauw Legislator desak penertiban penambangan rakyat di Yahukimo Lukas Enembe larang penambangan emas ilegal di Papua

Ia mengatakan meski retakan berada di Jorong Batu Hampa, namun mengancam kawasan Jorong Polong Dua. Hal itu membuat llebih dari 300 jiwa di jorong Polong Dua sekarang tengah dihantui longsoran tanah dari Jorong Batu Hampa.

“Sekarang di Polong Dua tinggal menunggu tanah yang roboh saja dari Jorong Batu Hampa. Retakannya sudah selebar satu meter. Kami yang di Jorong Polong Dua, tinggal menunggu ditimbun oleh longsoran dari atas,” kata Uwo menambahkan.

Ia menyebutkan tiga tahun lalu retakan tanah di atas desanya ini belum ada, dan baru terlihat dalam dua tahun terakhir yang juga bertepatan dengan aktivitas tambang. Sedangkan aktivitas penambangan  menggunakan dinamit yang letaknya hanya berkisar satu kilometer dari perkampungan warga.

Loading...
;

“Di Jorong Simpang Tiga, retakan tanah telah merusak enam unit rumah yang membuat penghuni rumah tidak bisa lagi menghuni rumah tersebut dan memilih untuk mengungsi ke rumah keluarganya,” kata Uwo menjelaskan.

Seorang pemilik rumah, Uwan menyebutkan sejak curah hujan tinggi beberapa hari terakhir terjadi gerakan tanah yang membuat dinding dan pondasi rumah menjadi retak.

“Rumah saya tidak jauh dari lokasi longsor pada Selasa (10/12). Ada gerakan tanah dan rumah saya sudah rusak,” kata Uwan.

Wali Nagari Koto Alam Abdul Malik, mengatakan adanya pergerakan tanah di Koto Alam akibat curah hujan tinggi beberapa hari terakhir menimbulkan enam unit rumah yang rusak.

“Memang ada enam unit rumah rusak. Itu akibat curah hujan yang tinggi di Koto Alam dan membuat tanah bergerak,” kata Malik. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top