Aktor Jackie Chan ingin jadi anggota partai komunis

Jackie Chan, Papua
Aktor Jackie Chan, pixabay.com

 

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Jackie Chan baru-baru ini mengungkapkan keinginannya untuk menjadi anggota Partai Komunis Cina. Ia telah lama menjadi salah satu selebritas Hong Kong yang paling sering dan paling menonjol terlibat dalam upaya propaganda untuk Partai Komunis yang berkuasa di wilayah Cina daratan. Baru-baru ini membawa pengabdian publiknya kepada rezim Tiongkok ke tingkat yang baru.

Chan menyatakan kekagumannya pada Partai Komunis dalam sebuah simposium yang diselenggarakan oleh Asosiasi Film Cina pekan lalu untuk mempelajari dan menerapkan semangat dari pidato utama yang disampaikan oleh Presiden Ciina Xi Jinping.

“Di luar negeri mereka sering berkata, ‘bangga menjadi orang Tionghoa.’ Saya sangat beruntung menjadi orang Tionghoa, tetapi saya juga sangat iri karena Anda semua adalah anggota Partai,” kata Chan mengutip Variety pada Kamis, (15/7/2021).

Baca juga :  Raul Castro serahkan partai komunis Kuba ke generasi muda

Sejumlah aktivis kiri Filipina terbunuh usai kebijakan Duterte menghabisi komunis

Loading...
;

Ketua partai di Korea Selatan ini termuda dalam sejarah

Ia menyebut partai komunis sangat luar biasa. “Saya hanya berpikir Partai Komunis Cina benar-benar luar biasa. Apa yang dikatakan Partai, apa yang dijanjikan, tidak perlu 100 tahun untuk dicapai, pasti akan tercapai hanya dalam beberapa dekade. Saya ingin menjadi anggota Partai!” imbuh Chan.

Pernyataannya ini diikuti dengan tepuk tangan meriah dari orang-orang yang hadir.

Tercatat awal bulan ini Chan berpartisipasi di tengah panggung dalam acara tontonan propaganda besar yang diadakan oleh Partai Komunis di Stadion National Bird’s Nest yang berkapasitas 91.000 orang di Beijing, yang paling dikenal di luar negeri sebagai lokasi upacara pembukaan Olimpiade 2008.

Dalam acara bertabur bintang yang dirilis pada peringatan 1 Juli melalui lembaga penyiaran negara, CCTV, Chan menyanyikan bagian dari “Yellow River Cantata”, sebuah karya patriotik klasik yang digubah selama Perang Tiongkok-Jepang Kedua.

Aktor asal Hong Kong itu bergabung bersama Angela Chang dari Taiwan dan Liu Naiqi, seorang penyanyi tenor dari Makau. Mereka bernyanyi ditemani oleh ribuan penampil yang berpakaian seperti tentara dari Eighth Route Army, sebuah kelompok militer di bawah komando Partai Komunis selama konflik di akhir tahun 1930-an dan 1940-an.

Pertunjukan itu berlangsung di hari yang sama ketika sejumlah orang di negara asalnya, Hong Kong, ditangkap karena aksi demonstrasi untuk menentang kontrol Partai Komunis yang semakin besar atas wilayah tersebut. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top