Follow our news chanel

Previous
Next

Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

papua covid-19 tes rapid abepura
Suasana tes rapid di Pposko Abepura, Jayapura, Papua -Jubi/ Theo Kelen.

Beragam alasan warga Papua mengikuti tes rapid gratis

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Cukup banyak warga Papua datang ke posko tes rapid gratis “kick off  365 PON XX 2021” untuk memeriksa diri. Mereka datang dengan berbagai alasan.

Dinas Kesehatan Provinsi Papua membuka 16 posko tes rapid gratis di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Keerom.

Jubi mewawancarai warga yang tes rapid di beberapa posko, yaitu Posko Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih, Kantor Distrik Abepura, Kantor Dinas Sosial Abe, dan Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Papua.

Itin Kaipman mengatakan alasan ikut tes rapipd karena ia sering melakukan perjalanan, berkumpul, dan belanja bahan makanan.

“Saya dan teman-teman biasa kumpul, habis itu kita mau masak buat makan, itu kan harus pergi ke tempat umum, seperti ke Saga buat belanja, dan pas lagi ada ini [(tes rapid, yah saya ikut periksa,” ujarnya.

Menurut Itin hasil pemeriksaan cukup cepat dan bisa langsung dilihat secara kasat mata. Walaupun untuk surat keterangannya beberapa hari kemudian.

“Puji Tuhan, hasilnya aman (non reaktif) dan  surat keterangannya saya ambil dua hari setelah pemeriksaan,” katanya.

Loading...
;

Itin berharap pemeriksaan tes rapid gratis kepada masyarakat tetap dilakukan setelah acara “kick off PON XX”, sehingga tidak ada kasus baru.

“Kita lihat banyak sekali yang datang tes rapid dan saya rasa itu bukan untuk mengikuti acara PON, jangan hanya kerena ada PON baru rapid,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Vany Ruatakurei. Ia mengatakan ikut tes rapid untuk memastikan dirinya aman dan masih terbebas dari virus korona.

“Biasa jalan sama-sama teman, terus itu pergi ke tempat umum, seperti toko buat belanja, jadi saya pergi periksa diri,”  katanya.

Vany mengusulkan agar petugas di posko tak hanya memakai masker, tapi juga memakai hand sanitizer. Sebab orang yang ikut tes memberikan KTP (Kartu Tanda Penduduk) yang berpotensi menyebarkan virus.

Warga lain Nimbrot Baab mengaku ikut tes agar bisa mengikuti acara “kick off 365 hari PON” di Stadion Papua Bangkit. Selain itu juga untuk mengetahui kondisi kesehatannya.

“Kita kan sering berkumpul, untuk itu kita perlu kontrol kesehatan dan saya punya hasilnya pun baik,” ujarnya.

Pelayanan di posko, kata Nimbrot, sudah baik. Dua puluh menit hasil pemeriksaan sudah bisa diketahui. Saat ia mendatangi posko yang datang untuk tes sedikit.

Nona Wanimbo datang Bersama teman-temannya ke posko untuk tes rapid karena menjadi relawan PON (Pekan Olahraga Nasional).

“Ini kan kita panitia kick off PON memang harus tes rapid dan dong bilang 20 menit sudah bisa ambil hasil, tapi karena hari sudah siang, dong bilang besok paginya baru kami datang ambil hasilnya,” ujarnya.

Hasrul ikut tes rapid di posko juga karena bagian dari tim relawan PON.

“Kita ini kan selalu berinteraksi, apa lagi kita dari orang organisasi yang sering berbaur dengan masyarakat,” katanya.

Dinas Kesehatan Papua membuka 16 posko tes rapid yang terletak di PKM Harapan, Expo, SMA YPPK Teruna Bakti, Yoka, Fakultas Kedokteran Uncen, Kantor Distrik Abepura, Kantor Dinas Sosial Abe, dan PKM Abepantai.

Kemudian di Kantor Dinas Kesehatan Papua, Argapura, Polimak, Klasis Jayapura, Pertamina, Silas Papare, Holtekam, dan Koya. Posko melayani warga selama seminggu, 13-19 Oktober 2020 dari pukul 09.00 WIT hingga 14.00 WIT. (CR7)

Editor: Syofiardi

Scroll to Top